pernah suatu ketika,
kerasnya tatapan mataku beradu,
memercik cahaya dalam hatiku.
percikan itu menyulut jerami rindu,
api itu kian membesar tiap waktu.
aku tak kuasa mengendalikannya
hingga membakar seluruh egoku.
habis sudah.
tak ada lagi aku dalam diriku.
lebur dalam remahan abu.
tapi tunggu dulu,
ada bara tertinggal di sana.
haruskah kupadamkan nyalanya atau kubiarkan tetap di sana
biar kecil, nyalanya cukup ‘tuk hangatkan jiwa.
Kota_Sejuta_Romansa, 17 September 2010


siapa gerangan pemantik apinya? *mendadakmerusuh*
Oleh: dee on 17 Februari 2012
at 2:47 pm