Oleh: maulinniam | 6 Desember 2011

Bara dalam Dada

pernah suatu ketika,
kerasnya tatapan mataku beradu,
memercik cahaya dalam hatiku.

percikan itu menyulut jerami rindu,
api itu kian membesar tiap waktu.
aku tak kuasa mengendalikannya
hingga membakar seluruh egoku.

habis sudah.
tak ada lagi aku dalam diriku.
lebur dalam remahan abu.

tapi tunggu dulu,
ada bara tertinggal di sana.
haruskah kupadamkan nyalanya atau kubiarkan tetap di sana
biar kecil, nyalanya cukup ‘tuk hangatkan jiwa.

Kota_Sejuta_Romansa, 17 September 2010


Tanggapan

  1. siapa gerangan pemantik apinya? *mendadakmerusuh* :D


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.