<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Young Falcon</title>
	<atom:link href="http://maulinniam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maulinniam.wordpress.com</link>
	<description>Tries to Fly Alone</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Dec 2011 15:36:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='maulinniam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Young Falcon</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://maulinniam.wordpress.com/osd.xml" title="Young Falcon" />
	<atom:link rel='hub' href='http://maulinniam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bara dalam Dada</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com/2011/12/06/bara-dalam-dada/</link>
		<comments>http://maulinniam.wordpress.com/2011/12/06/bara-dalam-dada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 00:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulinniam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulinniam.wordpress.com/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[pernah suatu ketika, kerasnya tatapan mataku beradu, memercik cahaya dalam hatiku. percikan itu menyulut jerami rindu, api itu kian membesar tiap waktu. aku tak kuasa mengendalikannya hingga membakar seluruh egoku. habis sudah. tak ada lagi aku dalam diriku. lebur dalam remahan abu. tapi tunggu dulu, ada bara tertinggal di sana. haruskah kupadamkan nyalanya atau kubiarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=1164&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pernah suatu ketika,<br />
kerasnya tatapan mataku beradu,<br />
memercik cahaya dalam hatiku.</p>
<p>percikan itu menyulut jerami rindu,<br />
api itu kian membesar tiap waktu.<br />
aku tak kuasa mengendalikannya<br />
hingga membakar seluruh egoku.</p>
<p>habis sudah.<br />
tak ada lagi aku dalam diriku.<br />
lebur dalam remahan abu. </p>
<p>tapi tunggu dulu,<br />
ada bara tertinggal di sana.<br />
haruskah kupadamkan nyalanya atau kubiarkan tetap di sana<br />
biar kecil, nyalanya cukup &#8216;tuk hangatkan jiwa.</p>
<p>Kota_Sejuta_Romansa, 17 September 2010</p>
<br />Filed under: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/category/soliloquist/puisi/'>Puisi</a> Tagged: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/cinta/'>Cinta</a>, <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/puisi/'>Puisi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulinniam.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulinniam.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulinniam.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulinniam.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulinniam.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulinniam.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulinniam.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulinniam.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulinniam.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulinniam.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulinniam.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulinniam.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulinniam.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulinniam.wordpress.com/1164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=1164&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulinniam.wordpress.com/2011/12/06/bara-dalam-dada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.757560 110.399867</georss:point>
		<geo:lat>-7.757560</geo:lat>
		<geo:long>110.399867</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">maulinniam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Menghadapi Wawancara Beasiswa</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com/2011/12/06/tips-menghadapi-wawancara-beasiswa/</link>
		<comments>http://maulinniam.wordpress.com/2011/12/06/tips-menghadapi-wawancara-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 23:14:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulinniam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[tips wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulinniam.wordpress.com/?p=1161</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya mendapat pertanyaan baik via email, SMS, dan Instant Messenger dari teman-teman yang lolos seleksi berkas program IELSP. Pertanyaan mereka nyaris sama, apa saja pertanyaan dalam wawancara berikutnya, apa saja yang harus saya siapkan, dan bagaimana saya dulu menjawab pertanyaan kok bisa lolos. Beberapa orang saya jawab, karena kebetulan saya sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=1161&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu saya mendapat pertanyaan baik via email, SMS, dan Instant Messenger dari teman-teman yang lolos seleksi berkas program IELSP. Pertanyaan mereka nyaris sama, apa saja pertanyaan dalam wawancara berikutnya, apa saja yang harus saya siapkan, dan bagaimana saya dulu menjawab pertanyaan kok bisa lolos.</p>
<p>Beberapa orang saya jawab, karena kebetulan saya sedang ‘selo’, lainnya semoga terjawab melalui catatan ini. Sebelum saya jawab, pertama saya ingin mengucapkan SELAMAT! Karena jika anda dipanggil untuk wawancara beasiswa berarti anda termasuk kandidat berkualitas.</p>
<p>Pada dasarnya ada dua jenis interview, bersahabat dan kurang bersahabat bahkan ‘<em>killer</em>’. Wawancara yang bersahabat biasanya menanyakan pertanyaan-pertanyaan langsung berkaitan dengan beasiswa/program. Tujuan dari interview semacam ini lebih pada pemahaman anda tentang program dan kesesuaian pengalaman/pengetahuan anda dengan program mereka. Sementara dalam wawancara yang ‘<em>killer</em>’, juri sebenarnya ingin mengetes bagaimana anda bereaksi terhadap pertanyaan/kondisi yang sulit dan menegangkan. Juri sengaja menciptakan suasana seram dan suram untuk melihat kepribadian anda dalam situasi penuh tekanan. (meskipun beberapa juri memang sudah dari sononya jadi spesialis judes dan angker. Hehehe)</p>
<p>Jika anda <em>ndilalah</em> bertemu dengan juri yang <em>killer</em>, yang perlu diingat dalam persepsi anda adalah bahwa mereka tidak bermaksud menyerang anda secara personal atau menjatuhkan anda dari kompetisi. Sebenarnya mereka sedang mengamati anda, reaksi anda, bahkan keteraturan nafas dan kejelasan jawaban anda dalam menghadapi situasi yang sulit. Anggap saja, mereka bersikap yang sama kepada semua saingan anda.</p>
<p>Jadi bagaimana caranya lolos dari seleksi wawancara?</p>
<p>Ada dua kunci untuk lolos seleksi. <strong>Pertama</strong>, jangan lupa bahwa juri/pewawancara juga manusia, sebenar-benarnya manusia. Jadi perlakukan mereka selayaknya manusia. Mereka bukan hantu, bukan patung, bukan pula <em>wedhus gembel</em> yang harus ditakuti. <strong>Kedua</strong>, praktek dan praktek. Saya masih ingat betul apa yang saya lakukan 2 tahun lalu. Sehari sebelum wawancara, saya rela menunggu mbak Rani, kakak angkatan yang terbukti sukses dalam berbagai wawancara beasiswa dan waktu itu masih jadi asdos, sampai sore, sampai kampus sepi. Waktu itu bahkan saya minta dibuatkan contoh pertanyaan sekaligus jawaban (dalam bahasa inggris tentunya). Malamnya, contekan itu kuhapalkan sambil mematut-matut diri di depan cermin, kira-kira sudah cukup meyakinkan atau belum. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Seberapa pun seringnya anda mengikuti tes wawancara, jangan pernah meremehkan persiapan sebelumnya.</p>
<p>Ada baiknya teman-teman menyiapkan diri dengan bekal informasi antara lain tentang: tujuan  beasiswa diberikan, kriteria orang-orang yang terpilih, dan latar belakang dari organisasi pemberi beasiswa. Dengan mengetahui informasi tersebut, kita jadi bisa menyesuaikan dengan pengalaman dan harapan kita ikut program tersebut. Misalnya saja, IELSP adalah program belajar bahasa inggris di negara yang berbahasa inggris, sementara saya adalah lulusan program bahasa di SMA, dengan nilai di atas rata-rata, tetapi merasa minder, karenanya tidak cakap, bercas-cis-cus bahasa Inggris. Jadi program ini sangat sesuai dengan kebutuhan saya.</p>
<p>Tahap wawancara dari seleksi apapun sebenarnya bertujuan untuk menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Apakah informasi yang kita berikan di formulir sebelumnya sama dengan kenyataan. Nilai lebih apa yang kita miliki sehingga pantas mendapatkan beasiswa tersebut. Pengalaman hidup seperti apa yang menjadikan kita menjadi seperti sekarang.  Kemudian kontribusi apa yang bisa kita berikan nantinya.</p>
<p>Beberapa kualifikasi yang sering menjadi syarat beasiswa antara lain, memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu bekerja sama dalam tim, dan <em>problem-solver</em>. Dalam formulir mungkin kita sudah mencantumkan semua pengalaman organisasi yang pernah kita ikuti. Dalam wawancara ini tak perlu disebutkan lagi satu-persatu. Cukup ceritakan satu atau dua saja. Mulailah dengan menceritakan dalam organisasi apa kita terlibat. apa jabatan atau tanggung jawab yang kita miliki. Apa tantangan/problem yang harus kita atasi dan tentunya bagaimana kita menyelesaikannya. Di akhir cerita, jangan lupa untuk selalu menyatakan dalam satu kalimat tentang pelajaran yang kita ambil dari pengalaman itu. misalnya saja, “Dari pengalaman saya menjadi ketua bla bla bla saya belajar bla bla bla&#8230; (isi sendiri)”. Semakin tinggi level tanggung jawab yang kita punya, semakin bernilai pengalaman kita. Tapi bukan berarti harus menjadi ketua organisasi. Memiliki sikap kepemimpinan tidak sama dengan menjadi pemimpin.</p>
<p>Ini adalah tentang bagaimana ‘menjual diri’ di hadapan para juri. Meskipun begitu harus diingat bahwa kita bukanlah pusat perhatian, setidaknya belum. Oleh karena itu kita harus menjaga wawancara itu berlangsung secara interaktif dengan tidak hanya fokus pada diri sendiri. Narsis memang bukan tindakan kriminal, tetapi tidak boleh melebihi dosis.</p>
<p>Dalam menjawab pertanyaan, saya ingin menegaskan dua hal, jujur dan menjadi diri sendiri. Tidak perlu berpura-pura menjadi orang yang tepat waktu jika memang memiliki kesulitan mengatur waktu. satu hal yang pasti adalah yakinlah pada diri sendiri. jika meyakinkan diri sendiri saja anda gagal, bagaimana bisa meyakinkan orang lain bahwa anda memang layak.</p>
<p><strong>Tentang Pakaian dan Sikap</strong><br />
Penelitian menunjukkan bahwa dalam pidato/presentasi, audiens lebih mengingat bagaimana penampilan visual dan suaranya terdengar daripada apa isi yang disampaikan. Berikut ini beberapa tips agar penampilan kita terlihat meyakinkan:</p>
<p>1. Berpakaian yang pantas. You are what you wear. Sebagian orang menganggap mengenakan jam di tangan mengindikasikan seseorang menghargai waktu. (saya tidak punya jam tangan bukan berarti saya tidak menghargai waktu lhoo&#8230; kan sudah ada HP). Padanan kaos, celana jeans, dan sepatu kets berarti kasual dan cenderung tidak formal. Sementara kemeja, celana bahan, sepatu hitam dianggap formal dan penting. Rambut acak-acakan dan aroma penguk itu jelas tanda mahasiswa jarang mandi. hahaha </p>
<p>2. Duduklah yang tegak dan proporsional. Selama wawancara jangan membungkuk (kecuali memang kamu punya masalah dengan tulang belakang). Duduk dengan punggung tegak memberi kesan percaya diri, kuat, dan cerdas </p>
<p>3. Bicaralah dalam nada dan intonasi suara yang positif. Tak perlu berorasi seperti orang demonstrasi atau ngotot seperti dalam debat politisi. Kalau perlu gunakan kalimat positif, kata kerja positif.<br />
Tetapi juga jangan monoton seperti pembaca berita TVRI</p>
<p>4. Bicaralah dengan tempo natural. Anggap saja sedang mengobrol dengan pacar di suatu senja di pinggir pantai. Santaaai kayak di pantai. Jamaknya orang, semakin nervous semakin cepat bicaranya.</p>
<p>5. Gunakan gesture (gerak tubuh) sewajarnya. Tangan dan muka sangat membantu untuk mengekpresikan emosi. Tapi jangan sampai tangan bergerak mendahului perkataan. Cobalah anda lihat video-video ketika SBY pidato lalu perhatikan apa yang terjadi dengan tangannya. Itu! (Mario Teguh mode hehehe)</p>
<p>6. Buatlah kontak mata dengan juri. Sebaiknya kontak mata dilakukan di awal percakapan. Ada yang mengatakan mata adalah jendela jiwa. Jadi kontak mata ibarat mengetuk pintu/jendela, meminta ijin untuk masuk ke dalam rumah dan mengenal lebih jauh jiwa pemiliknya. Kontak mata memberi kesan antuasiasme, kenyamanan diri, dan kejujuran.</p>
<p>7. <em>Last but not least, Keep Smile</em>. Tidak ada yang lebih menegangkan dari percakapan dengan seseorang yang tidak pernah tersenyum.</p>
<p>Selamat wawancara dan sukses_selalu semoga menyertaimu</p>
<br /> Tagged: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/beasiswa-luar-negeri/'>Beasiswa Luar Negeri</a>, <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/tips-wawancara/'>tips wawancara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulinniam.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulinniam.wordpress.com/1161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulinniam.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulinniam.wordpress.com/1161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulinniam.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulinniam.wordpress.com/1161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulinniam.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulinniam.wordpress.com/1161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulinniam.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulinniam.wordpress.com/1161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulinniam.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulinniam.wordpress.com/1161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulinniam.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulinniam.wordpress.com/1161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=1161&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulinniam.wordpress.com/2011/12/06/tips-menghadapi-wawancara-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<georss:point>-7.757560 110.399867</georss:point>
		<geo:lat>-7.757560</geo:lat>
		<geo:long>110.399867</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">maulinniam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AL-QUR&#8217;AN: Obat Tidur Paling Manjur</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/28/al-quran-obat-tidur-paling-manjur/</link>
		<comments>http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/28/al-quran-obat-tidur-paling-manjur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 18:50:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulinniam</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/28/al-quran-obat-tidur-paling-manjur/</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini banyak orang mengalami kesulitan tidur. orang biasa menyebutnya insomnia. penyebabnya beragam. ada yang disebabkan stres, banyak pikiran, atau keterusan gara-gara kebiasaan waktu ngerjain tugas atau skripsi misalnya. saking banyaknya orang yang mengalami insomnia sampai sampai Swaragama, salah satu radio di Jogja, terinspirasi untuk membuat program acara dengan nama Insomnia. target marketnya jelas, anak-anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=1154&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini banyak orang mengalami kesulitan tidur. orang biasa menyebutnya insomnia. penyebabnya beragam. ada yang disebabkan stres, banyak pikiran, atau keterusan gara-gara kebiasaan waktu ngerjain tugas atau skripsi misalnya. saking banyaknya orang yang mengalami insomnia sampai sampai Swaragama, salah satu radio di Jogja, terinspirasi untuk membuat program acara dengan nama Insomnia. target marketnya jelas, anak-anak muda yang sedang melek di tengah malam. sebagian orang menikmati insomnia. mereka bisa mengerjakan sesuatu yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi. malam hari jelas waktu yang tepat. tapi sebagian orang menganggap insomnia sebagai penderitaan. kalau sampai parah, seseorang bahkan perlu melakukan terapi dan minum obat penenang.</p>
<p>Sebenarnya ada obat yang murah, mudah, dan manjur untuk mengobati kesulitan tidur. yaitu baca qur&#8217;an. tidak semua orang bisa dan mau baca qur&#8217;an. ini berlaku bagi yang mengaku muslim, atau setidaknya sesuai pengalamanku.</p>
<p>Ketika siang tadi ku tulis status Facebook &#8220;obat tidur paling manjur adl baca qur&#8217;an. baru mbuka aja udah angop.&#8221; muncul beberapa respon. sebagian mengamini dengan setor jempol. yang lain menganggap aku sedang bercanda atau memberi kesan bahwa isi Al-qur&#8217;an itu membosankan.</p>
<p><em>No, I am not!</em> Aku serius ketika menulis status. aku mengalaminya sendiri. seringkali baru sebentar ngaji, baru selesai satu halaman, sudah angop berkali-kali. dan ternyata bukan aku saja yang mengalami. pernah aku mengeluh ke ibuku yang lebih rajin ngaji tentang kebiasaan (yang awalnya kuanggap) buruk ini. tapi jawabnya di luar dugaan. &#8220;bener banget! kalo lagi susah tidur ibu lebih milih ngaji. dijamin beberapa menit kemudian langsung ngantuk mbliyut, itulah nikmatnya baca qur&#8217;an&#8221; jawabnya dalam bahasa Jawa.</p>
<p>kenapa begitu?</p>
<p>Karena Al-quran itu memang menenangkan. Ayat-ayat al-qur&#8217;an jika dilafalkan dengan tartil dan benar menjadi suara yang menenangkan. apalagi jika dilantunkan dengan lagu yang mendayu-dayu. entah ada rumus notasi mistik apa di balik getaran suara al-quran. Bahkan ada seorang ahli musik dari Amerika yang meneliti bacaan Al-qur&#8217;an dan menulis buku tentang keajaiban suara tilawah qur&#8217;an. (silakan tonton film Koran by Heart)</p>

<a href='http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/28/al-quran-obat-tidur-paling-manjur/ngaji-turu1/' title='ngaji di alam mimpi'><img data-attachment-id='1155' data-orig-size='1600,1200' data-liked='0'width="128" height="96" src="http://maulinniam.files.wordpress.com/2011/11/ngaji-turu1.jpg?w=128&#038;h=96" class="attachment-thumbnail" alt="ngaji di alam mimpi" title="ngaji di alam mimpi" /></a>
<a href='http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/28/al-quran-obat-tidur-paling-manjur/dsc00139/' title='sudah tak kuat ya tidur saja'><img data-attachment-id='1156' data-orig-size='1600,1200' data-liked='0'width="128" height="96" src="http://maulinniam.files.wordpress.com/2011/11/dsc00139.jpg?w=128&#038;h=96" class="attachment-thumbnail" alt="sudah tak kuat ya tidur saja" title="sudah tak kuat ya tidur saja" /></a>

<p>Secara biologis, gelombang suara yang dihasilkan dari bacaan Al-qur&#8217;an mempengaruhi gelombang otak kita. ketika kita konsentrasi gelombang otak yang tinggi terjadi. ibarat harddisk otak kita berputar dengan cepat. ketika rileks, santai gelombang otak kita menurun. ini yang disebut sebagai gelombang alfa. ketika kita menguap (dalam bahasa jawa: angop), itu adalah pertanda otak kita semakin di gelombang yang rendah dan memasuki gelombang alfa. jika diteruskan maka frekuensi gelombang otak kita semakin rendah menuju level delta bahkan theta. dua level yang disebut terakhir adalah frekuensi otak ketika orang tidur. semakin rileks otak kita semakin mengantuk mata kita hingga akhirnya kita jatuh tertidur.</p>
<p>Tentang gelombang alfa, banyak aktivitas otak yang luar biasa terjadi pada gelombang ini. salah satunya alam bawah sadar kita menyerap lebih banyak informasi. memori kita mampu menyimpan ingatan secara mendalam sehingga lebih awet terjaga. ide-ide kreatif atau yang biasa disebut sebagai ilham juga terjadi ketika otak kita berada di gelombang alfa.</p>
<p>Dalam konteks ini, aku sendiri pernah beberapa kali mengalami. ketika aku mengaji, seolah tiap ayat, tiap kalimat dalam Al-quran menceritakan maknanya sendiri. Aku hanya membaca Al-quran biasa, tanpa terjemahan, tapi di kepala muncul berbagai pengertian-pengertian baru yang muncul begitu saja. kadang pengertian itu tentang makna dari ayat yang ku baca. misalnya kisah percintaan Yusuf dan Zulaikha yang terabadikan dalam surat Yusuf. dulu cerita yang ku tahu adalah bahwa Zulaikha (sebagai pihak perempuan) yang menyukai dan mengejar-ngejar Yusuf. sementara Yusuf ku bayangkan sebagai pemuda alim yang melihat perempuan saja sudah gemeteran. suatu ketika pas aku baca surat Yusuf untuk ke sekian kali, sampailah aku pada ayat &#8220;wa laqod hammat bihi WA HAMMA BIHA&#8221;. seketika aku baru paham kalau ternyata nabi Yusuf juga manusia yang bisa jatuh cinta. jadi bukan kisah cinta satu arah. mereka ternyata saling mengharapkan. sejak saat itu makin bertambah keberanianku untuk mencintai lawan jenis. karena mencinta bukan perbuatan dosa.</p>
<p>Kadang pengertian itu sebagai penjelasan dari beberapa kejadian semesta yang sedang terjadi saat itu. misalnya peristiwa lumpur Lapindo, meletusnya Merapi, lebih luas lagi fenomena global warming yang menjadikan manusia menjadi panik dan bertanya-tanya gerangan apa yang sedang terjadi pada bumi. Aku menjadi paham dan menganggap itu yang sudah seharusnya terjadi setelah aku baca lagi surat Az-zalzalah. Pernah juga pengertian yang muncul sama sekali tidak berhubungan langsung dengan arti harafiah ayat yang ku baca melainkan jawaban dari problem-problem hidup pribadiku.</p>
<p>Mari tidur,, eh ngaji&#8230; <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulinniam.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulinniam.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulinniam.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulinniam.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulinniam.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulinniam.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulinniam.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulinniam.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulinniam.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulinniam.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulinniam.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulinniam.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulinniam.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulinniam.wordpress.com/1154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=1154&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/28/al-quran-obat-tidur-paling-manjur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.757560 110.399867</georss:point>
		<geo:lat>-7.757560</geo:lat>
		<geo:long>110.399867</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">maulinniam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulinniam.files.wordpress.com/2011/11/ngaji-turu1.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">ngaji di alam mimpi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maulinniam.files.wordpress.com/2011/11/dsc00139.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">sudah tak kuat ya tidur saja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>La taqtho&#8217; rojaa&#8217;ana ya&#8230;</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/26/la-taqtho-rojaaana-ya/</link>
		<comments>http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/26/la-taqtho-rojaaana-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 13:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulinniam</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/26/la-taqtho-rojaaana-ya/</guid>
		<description><![CDATA[<blockquote>La taqtho' rojaa'ana ya rahiim... #doa paling nyess tahun ini #bikinmbrebesmili

1 Muharram 1424 H</blockquote><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=546&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>La taqtho&#8217; rojaa&#8217;ana ya rahiim&#8230; #doa paling nyess tahun ini #bikinmbrebesmili</p>
<p>1 Muharram 1433 H</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulinniam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulinniam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulinniam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulinniam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulinniam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulinniam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulinniam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulinniam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulinniam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulinniam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulinniam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulinniam.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulinniam.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulinniam.wordpress.com/546/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=546&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/26/la-taqtho-rojaaana-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.757560 110.399867</georss:point>
		<geo:lat>-7.757560</geo:lat>
		<geo:long>110.399867</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">maulinniam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Si/Apa sih Shohibu Baiti ini?</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/26/siapa-sih-shohibu-baiti-ini/</link>
		<comments>http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/26/siapa-sih-shohibu-baiti-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 13:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulinniam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soliloquist]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulinniam.wordpress.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[T: assalam bang mu&#8217;alimin (salah baca nama, sudah biasa) salam kenal y bang,.. pengen nanya kalo shohibu baiti sendiri maksudnya apaan ya???? J: alaikumsalam&#8230; salam kenal juga. menurut saya, shohibu baiti itu artinya tuan rumah. saya pernah nulis catatan tentang shohibu baiti kalo berkenan baca. T: ya tahu bang&#8230; tapi yang di maksud tuan rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=528&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>T: assalam bang mu&#8217;alimin (salah baca nama, sudah biasa)<br />
    salam kenal y bang,..<br />
    pengen nanya kalo shohibu baiti sendiri maksudnya apaan ya????</p>
<p>J: alaikumsalam&#8230; salam kenal juga.<br />
    menurut saya, shohibu baiti itu artinya tuan rumah. saya pernah nulis catatan tentang shohibu baiti kalo berkenan baca.</p>
<p>T: ya tahu bang&#8230; tapi yang di maksud tuan rumah itu apakah Allah swt?<br />
    saya juga masih bingung apa yang terkandung dalam lyricnya itu,.<br />
    saya sudah baca tulisan bung mu&#8217;alimin mengenai shohibu baiti ini tapi tetap saja belum mengerti..<br />
    saya juga pernah mengikuti pengajian cak nun yang di jogjakarata..<br />
    tapi belum tahu apa sih shohibu baiti ini,..<br />
    mohon penjelasannya ya bung???</p>
<p>J: terima kasih atas pertanyaannya. ini menurut pendapat saya saja.<br />
    yang disebut tuan rumah adalah kesadaran diri kita, kesadaran yang lebih tinggi. kesadaran bahwa kita sadar. ada banyak istilah untuk menyebutnya. Dalam psikologi disebut sebagai <em>the higher self</em> atau super-ego menurut freudian. </p>
<p>Kesadaran yang lebih tinggi ini yang menuntun kita apa yang harus kita ucapkan dan lakukan demi kebaikan diri kita. ia mewujud dalam bentuk intuisi atau suara nurani. karena melalui nurani ini Allah (karena kita sama-sama sepakat bertuhan hanya Allah) membisikkan ilhamNya kepada kita.</p>
<p>Selain itu, tuan rumah atau pemilik dari tubuh kita yang hakiki hanyalah Allah. Sudah seharusnya lah kita menggunakan tiap anggota tubuh ini sesuai dengan kehendak pemilikNya.</p>
<p>Penjelasan yang lebih sekuler begini. tubuh kita ini ibarat rumah yang terdiri dari bagian-bagian seperti pondasi, pintu, jendela, dinding, ventilasi, dan atap. masing-masing bagian memiliki fungsinya sendiri dan masing-masing bagian harus bersatu untuk bisa disebut rumah. diri manusia pun begitu, terdiri dari berbagai bagian yang kompleks. ada sistem pernafasan, sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem syaraf dll. kita punya tangan, kaki, jari jemari, hidung, telinga, mata, hati, dan masih banyak lagi. belum lagi unsur diri yang non fisik. kita dilengkapi dengan hasrat seksual, nafsu makan, need of achievement (dorongan untuk pencapaian), kemauan yang keras, daya tahan atas penderitaan, hingga kemampuan untuk mencintai. semua perangkat itu bisa kita gunakan dan harus kita kendalikan (meminjam bahasanya Cak Nun, &#8220;<em>kita khalifahi</em>&#8220;).</p>
<p>Tapi yang harus diingat adalah semua itu perangkat, hanya alat, bukan diri kita yang sejati. kita bisa marah, tapi kita bukan kemarahan itu sendiri. kita bisa merasa takut, tapi kita bukan ketakutan itu. kita bisa bersikap kasar, keras, tapi ternyata kita bisa juga bersikap lembut dan sabar. kita bisa horny, tapi kita tak bisa selamanya ereksi. kita bisa menjadi apa saja karena semuanya ada dalam diri kita. kesadaran dalam meng-khalifahi tiap bagian itulah tuan dari rumah tubuh kita. yaitu Aku yang sadar. Aku yang diam, diam mengamati riak gejolak kemanusiaan dalam diri. </p>
<p>T: wah super sekali bung penjelasanya,.. insyaallah lumayan ada pemahaman sedikit,..<br />
    terimakasih.</p>
<p>J: sama-sama&#8230; saya hanya menyampaikan apa yang ada di kepala. Semoga berguna.</p>
<p>Djogjakarta, di antara garis mati-garis mati yg harus segera kulalui 26 Nov 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/category/soliloquist/'>Soliloquist</a> Tagged: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/suara-hati/'>suara hati</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulinniam.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulinniam.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulinniam.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulinniam.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulinniam.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulinniam.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulinniam.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulinniam.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulinniam.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulinniam.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulinniam.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulinniam.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulinniam.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulinniam.wordpress.com/528/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=528&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulinniam.wordpress.com/2011/11/26/siapa-sih-shohibu-baiti-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.757560 110.399867</georss:point>
		<geo:lat>-7.757560</geo:lat>
		<geo:long>110.399867</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">maulinniam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terbukanya Rahasia Kunci Surga (Terima Kasih Merapi II)</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com/2011/10/27/terima-kasih-merapi-ii/</link>
		<comments>http://maulinniam.wordpress.com/2011/10/27/terima-kasih-merapi-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 07:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulinniam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soliloquist]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah hidup]]></category>
		<category><![CDATA[suara hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulinniam.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Suasana bencana terasa benar Kamis malam (4/11) itu. Abu tipis pelan-pelan melapisi apa saja di atas permukaan bumi Mataram. Atap rumah, pohon, rumput, jalan, mobil, semua tampak monokrom. Sirene ambulans meraung-raung sepanjang Jalan Kaliurang. orang-orang mendadak berubah jadi manusia bercadar, menghindari terhirupnya abu vulkanik yang tajam serupa kaca. Itulah deskripsi kehidupan malam hari sejak Merapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=526&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suasana bencana terasa benar Kamis malam (4/11) itu. Abu tipis pelan-pelan melapisi apa saja di atas permukaan bumi Mataram. Atap rumah, pohon, rumput, jalan, mobil, semua tampak monokrom. Sirene ambulans meraung-raung sepanjang Jalan Kaliurang. orang-orang mendadak berubah jadi manusia bercadar, menghindari terhirupnya abu vulkanik yang tajam serupa kaca. Itulah deskripsi kehidupan malam hari sejak Merapi mulai erupsi kira-kira seminggu sebelumnya.</p>
<p>Setelah menyantap makan malam di warung makan sejuta umat (warung  padang boii), aku dan Gunawan menuju kaliurang kilometer 12. Ku dengar akan ada habib Syech di Pesantren Pandanaran. meski belum tahu lokasi tepatnya, kami nekat ke sana. Ternyata di tengah ancaman Merapi, yang erupsinya anomali, masih banyak jamaah yang bersedia naik ke atas. Tak kurang dari 700 orang berkumpul malam itu di halaman/lapangan kompleks pesantren Pandanaran untuk melantunkan sholawat. Semoga kedatangan mereka berbuah Syafaat Rasul yang melindungi mereka dari fitnah hari kiamat. </p>
<p>Sholawat demi sholawat dilantunkan. Panji-panji dari para &#8216;syecher mania&#8217; dikibar-kibarkan. para pedagang asongan masih riwa-riwi menjajakan alas plastik, peci, air mineral, dan makanan kecil. ku amati tingkah-tingkah lucu orang yang hadir. Ada yang saking bersemangatnya gembor-gembor sholawatan mendahului vokalis resminya, ada juga yang sambil berdiri menggerak-gerakkan tangannya seolah ialah dirigen dalam orkestra rebana di depan ratusan penonton. Ada yang tidak ikut sholawatan, tetapi dengan penuh semangat mengibas-ibaskan bendera selayaknya nonton konser Slank. Tak terasa hujan abu semakin deras. Ku biarkan abu Merapi melapisi jaket tanpa lenganku. Sejatinya aku adalah debu, mengapa pula risau hanya karena abu, begitu pikirku.</p>
<p>Terdengar lantunan syair yang sangat familiar dengan telinga. Pujian yang sering dilagukan di mushola sebelum iqomah dikumandangkan.</p>
<p><em>Miftahul Jannah La Ilaaha Illallah&#8230;</em><br />
yang berarti kunci surga (adalah) tiada tuhan selain Allah.</p>
<p>Sejak kecil, pemahamanku atas kalimat tersebut adalah suatu saat kita berada di depan pintu surga. Lalu kita baca kalimat <em>La ilaaha illallah</em> maka pintu surga akan segera terbuka. pemahaman yang sangat sederhana sebagaimana pikiran anak kecil. Namun malam itu terbersit pemahaman baru yang datang seketika dan tiba-tiba. Mungkin beginilah cara kerja ilham, ide, atau intuisi. muncul seketika dan begitu saja. secepat jentikan jari. klik!</p>
<p>Kira-kira begini apa yang mengalir di kepalaku malam itu, bahwa sebenarnya kita bisa merasakan surga ketika kita masih hidup di dunia. Ini bukan surga dunia seperti selama ini kita pahami, harta, tahta, dan wanita. Bukan pula keindahan alam, bukan surga ala fantasi peradaban gurun berupa hamparan taman penuh warna dengan sungai susu mengalir di bawahnya. Merasakan surga di sini benar-benar dalam arti apa yang dirasakan para penghuni surga.</p>
<p>Pertama saya ingin membicarakan tentang surga. Saya tidak akan mendeskripsikan surga secara visual, karena saya belum pernah ke sana. Tapi saya akan menjelaskan ciri-ciri psikologis, perasaan yang rata-rata dialami para penghuni surga. Ciri penghuni surga yang pertama adalah tak ada ketakutan dan kesedihan tampak di wajah mereka. Ini sesuai dengan ayat 61 surat Al-Baqarah yang artinya <em>“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan berlaku baik, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.&#8221;</em></p>
<p>Sesuai ayat di atas, tersebut bahwa tak peduli orang beragama Islam, Nasrani, atau Yahudi, bahkan golongan <em>Shabiin</em> (dalam keterangan dijelaskan sebagai penganut ajaran nabi-nabi terdahulu atau penyembah dewa atau bintang seperti kaum mesir kuno misalnya), selama mereka mau mempercayai keesaan Tuhan, percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian, dan bertingkah laku baik, niscaya Allah tidak akan menyia-nyiakan apa yang telah mereka lakukan. Allah memberikan balasan pahala. Pahala adalah tiket masuk surga. Dan ciri orang-orang ini adalah mereka tidak khawatir, tidak takut dan tidak pula sedih.</p>
<p>Ciri penghuni surga kedua adalah hati dan pikiran mereka penuh cinta kasih. wajah mereka cerah berseri-seri. Senyum dan tawa riang senantiasa menghiasi wajah mereka (Q.S. Abasa: 38-39). Mereka selalu terlihat sibuk melakukan sesuatu dengan penuh antusias, <em>full of passion</em>. Melakukan sesuatu yang melenakan, melupakan yang lain, karena saking asyiknya. Hati mereka penuh cinta kasih, karenanya tiada ucapan yang keluar dari mulut mereka kecuali kalimat yang menyejukkan. Tiada gerakan tangan dan kaki mereka selain membawa pada kedamaian bagi orang-orang di sekitarnya. Karena jiwa mereka adalah jiwa yang diberkati untuk memberkati (Q.S. Yaa Siin: 55-58; Al-Waqi’ah: 25-26). Ada ciri lain dari penghuni surga yaitu mereka selalu berjiwa muda, penuh semangat, mantab, dan siap menghadapi tantangan apapun yang ada di depan hidung mereka. karena mereka yakin tak ada yang sia-sia atas apa yang mereka kerjakan.</p>
<p>Abu Merapi semakin tebal melapisi jaket. Lenganku bersedekap menahan dingin. Rambut tipis sepanjang tanganku menahan abu Merapi jatuh ke tanah. Bibirku masih mengikuti koor jamaah <em>melantunkan Miftahul jannah laa ilaaha illallah. laa ilaha illallah, muhammadurrasulullah.</em> Sementara pikiranku membayangkan pintu surga perlahan terbuka&#8230; </p>
<p>Setelah tahu ciri-ciri perasaan penghuni surga, lalu bagaimana agar kita bisa merasakan apa yang dirasakan para penghuni surga. Apa kuncinya untuk bisa menjadi orang yang tak khawatir, tak takut, tak ragu dalam hidup. Apa rahasianya menjadi pribadi yang selalu bisa tersenyum dalam kondisi apapun, bahkan mampu menertawakan kemalangan nasibnya sendiri. apa rumus hidup bahagia, apa ramuan untuk selalu awet muda?</p>
<p>Kuncinya tersurat dalam lafal <em>Laa ilaaha illallah Muhammadurrasulullah</em> yang juga disebut kalimat tauhid.</p>
<p>Ya tauhid. Kunci membuka kunci surga adalah hidup dengan tauhid. Makna tauhid sangatlah luas seluas alam raya. Karena tauhid meliputi segala bahkan setitik debu yang tersembunyi di sudut semesta sekalipun. Tauhid berasal dari kata ahad (satu/esa) yang berarti mengesakan. Allah adalah satu dalam dzat, dalam sifat, dan perbuatan. Ada ungkapan Jawa untuk menjelaskan tauhid ini, <em>kabeh iku ora ana, sing Ana mung dudu</em><strong> (segalanya itu tidak ada, yang Ada hanyalah bukan). Segala sesuatu (selain Allah) itu sejatinya bersifat fana’ (hilang/tidak ada). Apa yang kita yakini sebagai realitas sebenarnya berasal dari otak kita, persepsi saja. Makna lain dari ucapan Descartes yang terkenal, Aku berpikir maka aku ada, adalah bahwa dasar dari eksistensi adalah pikiran. Ketika sesuatu dipikirkan, maka sesuatu itu menjadi ada. Kenapa hantu pocong tidak dikenal oleh masyarakat Eropa atau Amerika? Karena orang mati di sana tidak ada yang dipocong. Dalam pikiran/pengalaman mereka tidak ada belief system tentang sosok hantu yang jalannya dengan cara lompat-lompat atau suster yang jalannya ngesot dan hobi keramas. Begitu pula sebaliknya dengan vampir. <em>Everything is a matter of thought. Yet, thought is a matter.</em></p>
<p>Kalimat berikutnya, ‘yang Ada hanyalah bukan”. Ini artinya bahwa apapun yang kita persepsikan, kita definisikan sebagai Allah yang sejati, itu pasti bukan Allah. karena dzat Yang Sejati adalah dzat yang tak terlihat oleh mata, tak terdengar oleh telinga, tak terpikirkan oleh akal pikiran manusia. Laitsa kamitslihi syai’a. Tak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya, bahkan semesta. Yang Sejati adalah dzat yang meliputi sekaligus diliputi, memuji sekaligus dipuji, <em>manunggaling kawulo lan gusti</em>. </p>
<p>Hidup dengan tauhid berarti hidup secara utuh, tunggal, menyatu, menyeluruh. Secara makrokosmos, tauhid bermakna bahwa semesta ini adalah satu kesatuan, saling terhubung. Manusia, teknologi, hewan, tanah, air, tumbuhan dan udara adalah dzat yang saling berhubungan dan saling membutuhkan. Bahwa jatuhnya sehelai daun berhubungan dengan perubahan musim. Bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan Amazon berkaitan dengan badai di samudra. Jadi jangan pura-pura terkejut ketika gunung-gunung meletus, tsunami datang bertubi-tubi, bumi makin panas, permukaan laut semakin meninggi karena es di kedua kutub bumi mencair. Coba tengok apa yang sudah dilakukan manusia pada bumi.</p>
<p>Dalam kehidupan sosial, kita membagi-bagi manusia dalam kelompok yang saling terpisah. Kita mengklasifikasikan manusia berdasarkan profesi dan antarprofesi dengan profesi lainnya seolah tak bisa disatukan. Contoh paling mudah, seorang kyai/ulama atau profesi apapun jika sudah masuk ke politik pasti rusak. Bahwa politik itu harus steril dari agama dan agama juga harus suci dari politik. Jika seseorang memiliki kapabilitas di kedua bidang, maka ia harus memilih salah satu saja. ini adalah pemikiran yang terpecah, bukan tauhid.</p>
<p>Secara mikrokosmos, yaitu dunia di dalam diri, kita juga harus hidup secara utuh. Tauhid berarti bahwa diri kita yang sejati adalah satu. Pertama kali kita menjadi manusia seutuhnya adalah ketika kita dilahirkan. Bayi adalah manusia suci, dengan identitas diri yang utuh sebagai manusia. Tapi kemudian keluarga, budaya, sosial, hukum, pendidikan mulai mengajari kita tentang persamaan dan perbedaan. kita mendapatkan identitas kita dari orang di luar diri. kita diajari untuk membedakan manusia berdasarkan warna kulit, suku, agama, status sosialnya dan lain sebagainya. Ini yang mengakibatkan identitas kita terbagi. Tidak hanya dua, mungkin tiga, empat, atau ratusan variabel identitas. Dari persamaan dan perbedaan itu semua, kita mulai membedakan siapa bagian dari kami, kalian, atau mereka. Jika sama berarti kawan, jika beda berarti lawan. </p>
<p>Bahkan kita mulai membedakan antara pikiran dan perasaan yang keduanya ada dalam diri kita sendiri. bahwa pikiran (hasil kerja akal) dan perasaan (hasil kerja hati) adalah dua bagian yang saling berlawanan, mustahil disatukan. Pikiran ini muncul tiada lain karena kita BERPIKIR. Kita latah untuk lebih mempercayai akal (pikiran/logika) yang posisinya tak lebih sebagai bagian dari keseluruhan unsur pembentuk diri kita. <strong>Ketidaksinkronan antara pikiran dan perasaan ini yang selalu jadi sumber kegalauan abadi.</strong> </p>
<p>Hidup secara tauhid berarti tak ada lagi pemisahan, karena semuanya adalah satu kesatuan. Pikiran dan perasaan adalah bagian dari diri kita tapi kita bukan pikiran itu sendiri atau kita bukan perasaan itu sendiri. kita bisa suka, kita bisa marah. Tapi kita bukan rasa marah itu, kita bukan rasa suka itu. Diri kita yang sejati tak berbentuk. Oleh karena itu kita bisa mewujud dalam berbagai bentuk. Pikiran dan perasaan hanyalah alat bantu kita menjalankan titah kehidupan. Kedua bertugas memberi pertimbangan dalam membuat keputusan. </p>
<p>Dalam tauhid, segala sesuatu berasal dariNya dan akan kembali padaNya. Segala adalah milik-Nya. Mengapa kita bersedih ketika kehilangan sesuatu? Ketika kita kehilangan harta, pisah dengan pasangan, ditinggal mati orang-orang yang kita sayangi, kita meratapi diri, kenapa harus terjadi. Seolah hidup tidak adil pada kita. Padahal sejatinya, apa sih yang benar-benar milik kita? atas dasar apa sesuatu itu menjadi milik kita? bukankah segala sesuatu itu awalnya juga tidak ada bersama kita. </p>
<p>Kata Letto dalam liriknya, “Rasa kehilangan hanya akan ada jika kau pernah merasa memilikinya.” Ya, kepemilikan itu hanya berdasarkan pada perasaan/merasa. Ya sah-sah saja orang merasa, tapi apakah merasa itu sama dengan yang sebenarnya? Merasa diangkat sebagai presiden itu tidak sama dengan menjadi presiden sesungguhnya. Bisa merasakan bedanya?</p>
<p>Kalau saja kita mau mengakui dan menjalani hidup sesuai dengan tauhid, maka tak ada yang perlu dirisaukan atas kehilangan. Karena kita tahu, kita yakin bahwa kita tak akan kehilangan apa-apa. <em>Wong</em> kita tidak punya apa apa. Tak ada yang perlu dirisaukan dengan suramnya masa lalu dan buramnya masa depan. Karena kita tahu kita tak akan kemana-mana. Di ujung sana ada Dia yang selalu menjadi tempat kembali kita.</p>
<p>Dan masih banyak lagi aspek kehidupan kita yang ternyata terpecah-pecah. Belum menjadi <em>siji lan nyawiji.</em> Keterpecahan diri, keterpecahan sosial, keterpecahan semesta ini yang menjadikan hidup seolah neraka yang datang sebelum waktunya.</p>
<p><em>Miftahul jannah laa ilaaha illallah&#8230; Laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah&#8230;</em></p>
<p>Lapisan abu Merapi semakin tebal melapisi lengan dan penutup kepalaku. Aku tak ingin mengibaskannya. Ku biarkan abu itu menyatu dengan kulitku. Mungkin saja ada bagian tubuhku yang dulu berasal dari abu Merapi yang terbawa angin sampai ke Jepara atau Pati. Kemudian abu vulkanik itu menjadi unsur hara yang terserap oleh pohon mangga dan menjadi buah yang dimakan kakek dan nenekku.</p>
<p>Pukul 23.30 sholawatan selesai. Ku lihat wajah-wajah teduh dan ceria terpasang di muka orang-orang yang hadir. Tak ada ketakutan kalau-kalau Merapi meletus lebih hebat lagi dan mengubur mereka dalam pelukan kaki Merapi. Aku sampai di kontrakan bersama gunawan 30 menit berikutnya. Merasa agak lelah kami rebahan di sofa masing-masing bersiap untuk istirah. </p>
<p>Tiba-tiba&#8230; Dhuarr!!! </p>
<p>Jendela bergetar, bumi Mataram bergetar.</p>
<p>Itulah puncak letusan Merapi tepat setahun lalu. Sepanjang jalan Kaliurang mendadak gelap, sirine meraung-raung, genting gemeritik kejatuhan kerikil. Kami berdua tertidur pulas seolah sudah sampai di surga.</p>
<p>Kota Sejuta Romansa, 27 Oktober 2011</p>
<br />Filed under: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/category/soliloquist/'>Soliloquist</a> Tagged: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/hikmah-hidup/'>hikmah hidup</a>, <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/suara-hati/'>suara hati</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulinniam.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulinniam.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulinniam.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulinniam.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulinniam.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulinniam.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulinniam.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulinniam.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulinniam.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulinniam.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulinniam.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulinniam.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulinniam.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulinniam.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=526&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulinniam.wordpress.com/2011/10/27/terima-kasih-merapi-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.757560 110.399867</georss:point>
		<geo:lat>-7.757560</geo:lat>
		<geo:long>110.399867</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">maulinniam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menikah itu&#8230;Sesuatu!</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com/2011/10/24/menikah-itu-sesuatu/</link>
		<comments>http://maulinniam.wordpress.com/2011/10/24/menikah-itu-sesuatu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 15:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulinniam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soliloquist]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulinniam.wordpress.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Aku duduk di samping jendela kereta. Kacanya mengilap. Busa kursinya masih empuk tapi keras. Pertanda belum banyak pantat yang menggagahi. Bahkan plastik pembungkusnya pun masih belum dilepas. Aku termasuk orang yang nganyari kereta ekonomi AC Gajah Wong jurusan Lempuyangan-Senen. Meskipun ber-AC tapi tak terlalu terasa dinginnya. fasilitasnya tak jauh beda dengan ekonomi biasa. Hanya memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=523&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku duduk di samping jendela kereta. Kacanya mengilap. Busa kursinya masih empuk tapi keras. Pertanda belum banyak pantat yang menggagahi. Bahkan plastik pembungkusnya pun masih belum dilepas. Aku termasuk orang yang <em>nganyari</em> kereta ekonomi AC Gajah Wong jurusan Lempuyangan-Senen. Meskipun ber-AC tapi tak terlalu terasa dinginnya. fasilitasnya tak jauh beda dengan ekonomi biasa. Hanya memang gerbong dan interiornya terlihat baru. Tapi mental penumpangnya masih sama. sama-sama suka tidur di bawah kolong kursi beralaskan koran kemarin.</p>
<p>Aku menerawang melihat riuh pengunjung stasiun lempuyangan. Tak ku pedulikan penumpang yang saling berpamitan dengan pengantarnya. Aku di sini, sendiri. Aku merasa tak ada yang pas untuk aku pamiti di kota ini. ponselku meringkuk diam di saku kecil tas pinggang. Tak ada niat untuk mengusik ketenangannya. Sampai akhirnya ia bergetar. Rasanya seperti ada yang menggelitik pinggang. </p>
<p>Sebuah pesan masuk dari kawan lama, perempuan sebaya: <em>“Mas&#8230; mengapa menikah dsebut ‘menggenapkan setengah agama’?”</em></p>
<p>Menikah? Ah kenapa akhir-akhir ini kata menikah lebih sering datang padaku. Kadang ia muncul sebagai undangan dari kawan. Kadang ia datang sebagai wejangan dari orang-orang yang telah lebih dulu berpengalaman. Tapi lebih sering kata itu datang berupa pertanyaan. Salah satunya adalah yang ku tuliskan itu.</p>
<p>Aku bisa saja menjawab, karena nabi mengatakan seperti itu maka jadilah. Tapi aku tahu siapa yang bertanya. Kalau hanya berdasar hadist nabi, temanku itu pasti lebih tahu. Aku mengira ia bertanya padaku karena ingin tahu jawaban nyleneh dariku. Ya sudah ku turuti saja.</p>
<p>Seolah tanpa perlu berpikir, ku tekan tombol sebelah kiri atas dari papan kunci ponsel. Ku pilih menu jawab dan jempolku menari sendiri di atas papan kunci. <em>“Salah satu misi utama makhluk diciptakan adl untuk melestarikan spesiesnya demi keberlangsungan semesta. Dengan menikah, manusia setidaknya memenuhi separuh misi penciptaannya.”</em> Tak lupa ku bubuhi kata “hehe” di akhir agar ia tak terlalu menganggap serius jawabanku.</p>
<p>Seperti biasa, ia tak pernah puas dengan satu jawaban saja. Ia mengejar jawab dengan tanya lain. aku tak ingat pasti apa pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Tapi di sini aku akan coba menulis apa yang ku ingat tentang menikah dalam kaitannya dengan agama dalam pengertian saya.</p>
<p>Hampir semua agama/kepercayaan membahas tentang relasi manusia laki-laki dan perempuan yang lazim disebut pernikahan. Dalam bahasa normatif dan sopan, tujuan dari pernikahan adalah membina keluarga yang <em>sakinah mawadah wa rohmah.</em> Sedang dalam bahasa gaulnya, tujuan diaturnya pernikahan oleh agama adalah agar burung situ tidak sembarangan hinggap di sarang orang.</p>
<p>Agama diturunkan agar menjadi rahmatan (kebaikan) bagi alam semesta. Dengan kata lain agama selalu sejalan dengan tujuan penciptaan semesta. Secara alamiah, setiap organisme memiliki mekanisme prokreasi (produksi-reproduksi) dan menggandakan dirinya agar jenisnya selalu lestari. Ini hukum eksistensi. Jadi menikah (resmi atau sembunyi-sembunyi, kawin KUA atau kawin lari) adalah peristiwa siklis organisme bernama manusia untuk tetap lestari di bumi. Misi semesta adalah juga misi agama.</p>
<p>Dari perspektif sosiologis, menikah sesuai aturan agama berguna untuk menciptakan keteraturan dan ketertiban sosial. Bayangkan jika setiap orang bisa kawin mawin dengan siapa saja sebagaimana ayam kawin. Garis keluarga bisa sedemikian ruwetnya. Betapa banyak anak lahir tanpa ada bapak yang mau mengakuinya apalagi menanggung kehidupannya.</p>
<p>Dari sisi kejiwaan, sudah kodratnya manusia tak tahan hidup sendiri, terutama laki-laki. Kehadiran orang lain untuk dicintai ikut sangat signifikan dalam memberi kekuatan untuk tetap bertahan hidup. Dengan adanya suami/istri, hati kita akan merasa stabil/diam (sakinah), penuh cinta (mawaddah), dan semangat untuk berbagi kasih sayang (rahmah). </p>
<p>Khusus untuk laki-laki, ada 3 alasan bagi laki-laki untuk mau dan mampu bertahan hidup. Pertama, adanya seseorang yang dicintai dan mencintainya. Jika belum ada yang mencintainya, syarat yang kedua adalah adanya harapan bahwa akan ada seseorang yang mencintainya. Jika dua hal tersebut tidak juga ditemukan, yang dia butuhkan adalah kesempatan melakukan sesuatu untuk orang yang dicintai. Selain itu, daya tahan hidup lelaki rata-rata lebih rendah dari daya <em>survival</em> perempuan. Buktinya, banyak suami yang meninggal tak lama setelah menduda (jika tak segera mencari gantinya). Sebaliknya, banyak janda yang mampu membesarkan anak-anaknya dari kecil hingga menjadi dewasa. Perempuan lebih <em>tough as single parent</em> dari pada laki-laki. </p>
<p>Jika menikah itu misi semesta, kenapa banyak pasangan tak bahagia justru karena menikah? </p>
<p><em>Well</em>, meskipun sulit saya harus katakan, menikah dan bercinta itu 2 hal yang berbeda. Menikah itu budaya, sedang bercinta itu alamiah. Bercinta itu sederhana, manusia lah yang membuatnya rumit.</p>
<p>Tahukah kalian bahwa seks itu juga cara menuju Tuhan. Jangan heran jika ajaran-ajaran dari agama/kepercayaan kuno hampir semua memiliki simbol-simbol seksualitas. Dalam candi peninggalan hindu budha yang tersebar di nusantara ditemukan lingga (simbol perempuan) dan yoni (batu tegak simbol laki-laki) sebagai bagian dari candi-candi pemujaan. Lingga yoni adalah lambang kesuburan, lambang dimulainya kehidupan baru. Bahkan MONAS yang kita banggakan itu kalau kita cermati bentuknya ya mirip lingga yoni. Dalam novel-novel Dan Brown yang mengungkap tradisi paganisme, digambarkan bagaimana seks menjadi ritual suci kelompok tersebut. ada sepasang laki-laki dan perempuan bercinta di tengah dikelilingi para anggotanya. Ini bukan pesta seks sebagaimana yang sering kalian tonton di film-film bokep. Ini juga bukan hanya soal seni bercinta. Tapi ini adalah simbol penciptaan kehidupan baru bagi kelangsungan semesta. </p>
<p>Bahkan di pesantren pun ada kitab-kitab yang secara khusus membahas bagaimana melakukan seks, lengkap dengan keterangan doa yang harus dibaca dan alat bantunya. Sensasi ekstase yang dirasakan para sufi ketika fana’ dalam dzikir itu tak jauh beda dengan sensasi ketika orgasme. Sama-sama merasa hilang, ringan, menyatu dengan semesta. Anehnya, semakin kita berusaha konek dengan Yang Di Atas, semakin kuat juga dorongan konak di bawah. Jadi konek dan konak itu saling berkaitan. Kalau ga percaya, silakan buktikan.</p>
<p>Terakhir, yang perlu diingat sebelum memutuskan untuk akad nikah, membangun keluarga itu bukan hanya untuk kehidupan di dunia. Karena saya percaya hidup tidak hanya di dunia saja. Ingat, kehidupan dunia ini hanya persinggahan saja. Setelah ini ada kehidupan yang sejati dan abadi. Jadi bangunlah keluarga akhiratmu sejak di dunia. Kelak di dunia jiwa, balasan bagi penghuni surga adalah bertemu dan berkumpul dengan jiwa yang dicintainya semasa hidup di dunia. Pertemuan dan tinggal bersama ini hanya mungkin jika kualitas jiwanya setara. Seperti yang diterangkan dalam buku <em>Journey of Souls</em>, jiwa-jiwa memiliki tingkatan dan akan berkumpul sesuai dengan tingkatannya. Nabi pun pernah mengisyaratkan bahwa kelak di akhirat, manusia dikumpulkan berdasarkan golongannya. Di sinilah pentingnya membina keluarga yang berkualitas. Di sinilah makna dari doa semoga dikaruniai anak-anak yang sholeh-sholehah. Karena hanya anak yang sholeh/sholehah (yang tinggi kualitas jiwanya) yang mampu mengangkat derajat orang tuanya di hadapan Pemilik Jiwa. Karena penghuni surga berhak meminta untuk tinggal bersama pasangan jiwa yang dicintainya (dan ini belum tentu suami/istrinya di dunia). </p>
<p>Salah satu kebahagiaan di surga adalah bisa menikmati hidup dalam keabadian bersama orang-orang yang dicinta, bersama keluarga. Lebih bahagia lagi jika kita bisa memulainya sejak di dunia.<br />
Sahabat-sahabatku&#8230; Menikahlah, semoga engkau lebih bahagia!</p>
<br />Filed under: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/category/soliloquist/'>Soliloquist</a> Tagged: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/cinta/'>Cinta</a>, <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/hikmah-hidup/'>hikmah hidup</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulinniam.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulinniam.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulinniam.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulinniam.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulinniam.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulinniam.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulinniam.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulinniam.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulinniam.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulinniam.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulinniam.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulinniam.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulinniam.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulinniam.wordpress.com/523/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=523&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulinniam.wordpress.com/2011/10/24/menikah-itu-sesuatu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.757560 110.399867</georss:point>
		<geo:lat>-7.757560</geo:lat>
		<geo:long>110.399867</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">maulinniam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta bukan Katanya</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com/2011/08/26/cinta-bukan-katanya/</link>
		<comments>http://maulinniam.wordpress.com/2011/08/26/cinta-bukan-katanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 10:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulinniam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soliloquist]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulinniam.wordpress.com/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[Cinta itu tidak bisa katanya&#8230; katanya&#8230; katanya&#8230; Cinta itu soal rasa jiwa, yang dibuktikan dengan fakta dan tindakan nyata ~cinta versi buronan KPK, M. Nazaruddin Filed under: Soliloquist Tagged: Cinta<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=520&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Cinta itu tidak bisa katanya&#8230; katanya&#8230; katanya&#8230;<br />
Cinta itu soal rasa jiwa, yang dibuktikan dengan fakta dan tindakan nyata</p></blockquote>
<p>~cinta versi buronan KPK, M. Nazaruddin</p>
<br />Filed under: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/category/soliloquist/'>Soliloquist</a> Tagged: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/cinta/'>Cinta</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulinniam.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulinniam.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulinniam.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulinniam.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulinniam.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulinniam.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulinniam.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulinniam.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulinniam.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulinniam.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulinniam.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulinniam.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulinniam.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulinniam.wordpress.com/520/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=520&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulinniam.wordpress.com/2011/08/26/cinta-bukan-katanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.757560 110.399867</georss:point>
		<geo:lat>-7.757560</geo:lat>
		<geo:long>110.399867</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">maulinniam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah Galau</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com/2011/08/26/hikmah-galau/</link>
		<comments>http://maulinniam.wordpress.com/2011/08/26/hikmah-galau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 19:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulinniam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soliloquist]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulinniam.wordpress.com/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[Jamaaaah ooh Jamaaaaah&#8230;. Sudah lama sekali saya tidak menyapa jamaah. maklum lah skripsi kemarin cemburuan banget kayak bini-bini takut dipoligami. lagipula saya bukan member klub poligami. boleh dong sedikit sombong kalo saya ini mahasiswa setia. sekarang saya sudah resmi cerai baik-baik dengan skripsi, makanya baru sekarang sempat menyapa jamaah sekalian. sekian lama tidak saya menulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=512&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jamaaaah ooh Jamaaaaah&#8230;.</p>
<p>Sudah lama sekali saya tidak menyapa jamaah. maklum lah skripsi kemarin cemburuan banget kayak bini-bini takut dipoligami. lagipula saya bukan member klub poligami. boleh dong sedikit sombong kalo saya ini mahasiswa setia. sekarang saya sudah resmi cerai baik-baik dengan skripsi, makanya baru sekarang sempat menyapa jamaah sekalian. sekian lama tidak saya menulis (yang biasanya diawali dgn kegalauan) bukan berarti tidak ada yg bisa ditulis (dari hasil kegalauan). Bahasa mudahnya, sekian lama saya tidak menulis bukan berarti saya tidak galau selama ini. saya juga galau, berkali-kali bahkan. tapi berhubung ada si skripsi tadi, semua kegalauan saya simpan dalam lemari hati.</p>
<p>Tulisan ini akan membahas tentang galau. bukan bagaimana kronologi kegalauan saya terjadi. tapi lebih pada galau sebagai sebuah fenomena yang membuat galau muda mudi. berhubung ini bulan Ramadhan, dan TV-TV sering mengajari bahwa Ramadhan bulan penuh hikmah, maka saya pilih kata &#8216;hikmah&#8217; sebagai judul tulisan.</p>
<p>saya awali ini dengan 2 cerita ilustrasi. pertama seorang teman di dunia maya bercerita pada saya bahwa dia akhir-akhir ini menghindari komputer. apa pasal? menurutnya komputer miliknya memiliki banyak kenangan dengan orang yg pernah disukanya. menyentuh tombol ON komputer sama saja dengan menghidupkan seluruh tayangan di memorinya tentang kekasih yang dipujanya, diam-diam. Tiap kali jemarinya menyentuh tetikus, tergambar jelas di benaknya awal persentuhan kulit mereka. Biasa, trik lama menebar pesona, pura-pura ngajari. Masalahnya, mereka kini berpisah dengan menyisakan masalah. itu yang bikin teman saya galau. berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan ia galau dan menjauhi komputernya sendiri. dia sempat sembuh dari galau dan merelakan keberpisahan mereka. tapi tiap kali mendekati komputernya, galau itu menyergap tiba-tiba.</p>
<p>cerita kedua, hampir sama. bedanya kali ini teman saya dan orang dikasihinya sempat berpisah baik-baik. intinya, biar singkat ceritanya, karena satu dan lain hal mereka tidak bisa lagi bersama. keduanya sadar keputusan yg mereka ambil. teman saya pun tak menampakkan kesedihan, dia ikhlas melepas. sesekali paska keputusan untuk putus mereka masih saling bertukar kabar. dia merasa senang bisa tetap berhubungan baik dengan mantan. teman-temannya pun memuji kedewasaannya. setelah putus dia belum berencana mencari pengganti mantannya. sekali lagi karena dia merasa cukup bahagia bersama sahabat-sahabatnya dan hubungan baik dengan mantannya. nothing is change but status. lama-lama dia berpikir lalu apa bedanya pacaran dengan tidak pacaran kalau toh masih bisa saling sayang?! Dia masih bisa &#8216;waras&#8217; ketika bersama kawan-kawannya. tapi jauh di dalam hati, ia merasa sepi. jika malam menjelang tidur, tak ada ucapan &#8216;met bobo&#8217; lagi. kalau pun ia ingin mengirimkan pesan selamat malam, ia tak tahu kepada siapa pesan itu dialamatkan. apalagi jika dalam kesendirian itu dia melihat benda-benda yang mengasosiasikan mantan.</p>
<p>jamaaah&#8230;. oh jamaaah&#8230;<br />
dua kisah tadi hanya sekedar ilustrasi saja bagaimana galau bisa muncul. meskipun dua kisah tadi berkaitan dengan urusan percintaan, yang ingin saya garis bawahi adalah galau bisa disebabkan hal lain misalnya pekerjaan, atau soal keimanan pada Tuhan.</p>
<p>kenapa sih kita masih merasa galau? padahal kita sudah pernah melewatinya. kenapa foto, boneka, komputer, tempat-tempat tertentu bisa membuat kita jatuh pada kegalauan yang lalu. ini karena memori manusia bekerja lebih kuat ketika ada emosi di dalamnya. dan selama nyawa masih dikandung badan, emosi ini akan selalu ada. emosi adalah atribut yang melekat sepanjang hayat. masalahnya adalah bagaimana menyikapi emosi tersebut.</p>
<p>hidup adalah karma. karma bukan lah hukum balas-membalas seperti yang selama ini jamak dipahami. bagiku, karma adalah pelajaran yang harus kita selesaikan untuk naik tingkat secara kejiwaan. ingat, kita bukanlah tubuh yang memiliki jiwa tapi kita adalah jiwa yang sedang menjalani fase hidup kebertubuhan. fase kebertubuhan ini adalah fase belajar dan belajar, lain tidak. dalam fase ini, tiap jiwa memiliki sejumlah karma yang harus dia kuasai untuk menentukan posisi dan kualitas dia di fase kehidupan selanjutnya. galau sendiri adalah indikasi berlangsungnya proses pembelajaran diri.</p>
<p>lalu bagaimana sebaiknya kita menyikapi kegalauan?</p>
<p>galau selalu berkaitan dengan apa yg diyakini sebagai &#8220;yang seharusnya terjadi&#8221; dan &#8220;yang benar-benar terjadi&#8221;. banyak orang mengira bahwa jika ia melakukan A maka ia harus mendapat B. bahwa pacarnya akan selamanya setia. bahwa ia tak bisa melupakan mantan karena hanya mantan itulah yang sosok sempurna untuknya. begitu seterusnya. kita terjebak pada kemelekatan yang kita buat sendiri, kemelekatan yang nir-abadi.</p>
<p>yang perlu kita lakukan adalah melepaskan kemelekatan diri. ambillah jarak dari segala yang kita anggap sebagai &#8216;milik&#8217; kita. kepemilikan hanyalah kondisi mental karena kita terlalu dekat dan lekat. apa sih yang benar-benar milik kita? hidup adalah cerita berseri tentang satu kehilangan ke kehilangan yang lain. tiap orang memiliki urutan cerita yang berbeda, tapi apa-apa yang hilang selalu sama.</p>
<p>kita hanya perlu mereka-ulang mind set lama. anggaplah emosi itu sebagai informasi, tak lebih dari itu. informasi yang kita butuhkan untuk menentukan pilihan. ya pilihan! inilah kunci dari kebahagiaan. kunci yang tidak diberikan kepada makhluk selain manusia. sayangnya manusia seringkali malas menggunakan dan memilih untuk dipilihkan agar ia bisa lari dari tanggung jawab atas konsekuensi dari pilihan. tak ada kebahagiaan tanpa adanya kebebasan pilihan. tak ada guna kebebasan tanpa adanya keberanian menentukan. Meminjam quote dari Burung-Burung Migran, sebagaimana dikutip mbak monic,  &#8220;rahasia kebahagiaan adalah kemerdekaan. rahasia kemerdekaan adalah keberanian&#8221;</p>
<p>muara dari semua ini adalah kebijaksanaan. mustahil seseorang menjadi bijaksana tanpa utuhnya pemahaman atas kenyataan, tanpa pencarian pada kesejatian. banyak orang yang memiliki pengetahuan tapi tak bijaksana menggunakan pengetahuan. itu karena dia mengabaikan kesejatian. tapi orang yg telah sampai pada kesejatian, tak sulit baginya untuk mengetahui banyak hal.</p>
<p>jamaaaah&#8230; oh jamaaah&#8230;</p>
<p>saya teringat pada salah satu ceramah dari guru tarekat K.H. Asrori Al-Ishaqi tentang hikmah dzikir. inti dari tarekat adalah dzikir, fikir, dan ma&#8217;rifat. beliau menjelaskan kenapa ritual tarekat tak lepas dari dzikrullah. karena dzikir adalah aktivitas mengingat pada hakekat. ingat pada hakekat akan menjaga hati kita dari pikiran yang mengotori jiwa. hanya dengan hati yang bersih manusia bisa berfikir dengan jernih. Berfikir adalah indikasi hidupnya jiwa. jiwa yang hidup adalah jiwa yang selalu mencari. jiwa yang selalu ingin kembali. jiwa yang merindukan dzat azali yang abadi. jika ia berhasil dalam tahap ini seorang hamba akan diijinkan untuk mengakses pengetahuan semesta, ma&#8217;rifatullah. ia mampu melihat rahasia di balik rahasia. ia mampu menjelaskan segala yang terjadi tanpa harus mengalami. </p>
<p>Akhirnya, berhubung sebentar lagi waktu sahur tiba, kita sampai pada kesimpulan tentang hikmah galau. Galau adalah cara Tuhan untuk menegur kita agar selalu berdzikir (mengingat). Galau mengingatkan kita untuk selalu berfikir tentang karma (pelajaran hidup) yang harus kita kuasai. Galau membawa kita pada penjelajahan dunia dalam diri, tempat di mana kebahagiaan tersembunyi. Jika kegalauan tidak membuat kita berfikir dan terjebak pada galau itu sendiri, berhati-hatilah. bisa jadi jiwa kita mati. dan bagi jiwa-jiwa yang mati, jangan harap akan sampai pada yang kebahagiaan yang hakiki.</p>
<p>Peace, Love, and Galau</p>
<p>ditemani secangkir kopi di lapak donat, 26 Ramadlan 1432 H</p>
<br />Filed under: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/category/soliloquist/'>Soliloquist</a> Tagged: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/hikmah-hidup/'>hikmah hidup</a>, <a href='http://maulinniam.wordpress.com/tag/soliloquist/'>Soliloquist</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulinniam.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulinniam.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulinniam.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulinniam.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulinniam.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulinniam.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulinniam.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulinniam.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulinniam.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulinniam.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulinniam.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulinniam.wordpress.com/512/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulinniam.wordpress.com/512/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulinniam.wordpress.com/512/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=512&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulinniam.wordpress.com/2011/08/26/hikmah-galau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<georss:point>-7.757560 110.399867</georss:point>
		<geo:lat>-7.757560</geo:lat>
		<geo:long>110.399867</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">maulinniam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Munajat Tahu</title>
		<link>http://maulinniam.wordpress.com/2011/05/04/munajat-tahu/</link>
		<comments>http://maulinniam.wordpress.com/2011/05/04/munajat-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 20:46:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maulinniam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soliloquist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maulinniam.wordpress.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[Ya Allah beritahu hamba apa-apa yang memang menjadi hak kami untuk tahu dan berikan hamba kekuatan untuk bertingkah lagu sesuai pengetahuan kami atas sesuatu. Sesungguhnya kami, manusia, seringkali menuntut lebih dari apa yang pantas kami tahu. Padahal belum tentu kami sanggup mengkhalifahi pengetahuan itu, belum tentu sanggup berbuat adil atas ilmu. Untuk itu ya Rabb, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=506&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Allah beritahu hamba apa-apa yang memang menjadi hak kami untuk tahu<br />
dan berikan hamba kekuatan untuk bertingkah lagu sesuai pengetahuan kami atas sesuatu.<br />
Sesungguhnya kami, manusia, seringkali menuntut lebih dari apa yang pantas kami tahu.<br />
Padahal belum tentu kami sanggup mengkhalifahi pengetahuan itu, belum tentu sanggup berbuat adil atas ilmu.<br />
Untuk itu ya Rabb, kami berlindung dari segala keburukan dari apa yang tidak atau belum kami tahu. Amiiiiin&#8230;</p>
<p>Jogja sebelum cahaya, 040511 03:45</p>
<br />Filed under: <a href='http://maulinniam.wordpress.com/category/soliloquist/'>Soliloquist</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maulinniam.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maulinniam.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maulinniam.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maulinniam.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maulinniam.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maulinniam.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maulinniam.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maulinniam.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maulinniam.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maulinniam.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maulinniam.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maulinniam.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maulinniam.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maulinniam.wordpress.com/506/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maulinniam.wordpress.com&amp;blog=4656491&amp;post=506&amp;subd=maulinniam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maulinniam.wordpress.com/2011/05/04/munajat-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.757560 110.399867</georss:point>
		<geo:lat>-7.757560</geo:lat>
		<geo:long>110.399867</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">maulinniam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
