Romansa Cinta Aroma Rokok


Di pesisir pantai, kira-kira 12 sampai 16 mild sebelah utara Kansas, terdapat sebuah kerajaan bernama Gudang Garam. Selain sebagai penghasil utama garam, kerajaan ini juga membudidayakan tanaman komoditi seperti Djeruk, Sukun dan Jambu Bol. Kerajaan Gudang Garam ini telah lama dipimpin oleh seorang raja yang selalu tampil beda dari raja-raja lainnya, Mr. Brown namanya. Sang raja mempunyai putra semata wayang yang telah dinobatkan sebagai putra mahkota dengan label pangeran Ardath.

Layaknya seorang putra mahkota, pangeran Ardath jatuh hati pada Putri Sriwedari yang juga putri dari Kraton tetangga. Sang putri merupakan wanita idaman setiap lelaki. Bagaimana tidak, selain tahta Kraton yang bakal diwarisi, sang putri juga memiliki body sexy, semox alias semlohai, kulit putih mulus, mungkin semut pun akan terpeleset bila menginjaknya. Ditambah perangainya yang halus serta tutur kata yang lembut khas dalem Kraton.

Di mana ada kebahagiaan, pastilah ada kedengkian di sekelilingnya. Benar juga, ternyata ada orang yang terbakar api cemburu melihat hubungan mesra sepasang kekasih itu. Diam-diam Minak Djinggo, mantan Diplomat yang kini menjadi King dari kerajaan Dunhill menaruh hati pada Putri Sriwedari. Karena tidak rela cintanya bersanding dengan pria lain, Minak Djinggo berencana menculik Putri Sriwedari dari kratonnya. Maka berangkatlah Minak Djinggo ke Kraton dengan mengendarai Mustang. Akhirnya ia berhasil menjalankan misi penculikan dengan sukses setelah dibantu Crystal, seorang abdi yang berkhianat.

Mengetahui kekasih sekaligus calon permaisurinya diculik, Pangeran Ardath geram dan bertekad membebaskan sang putri. Untuk memperdalam ilmu kanuragannya, ia berguru pada seorang kyai Senior yang biasa dijuluki Dji Sam Soe oleh santri dan masyarakat sekitar. Setelah merasa cukup kuat, pangeran Ardath memohon restu pada sang kyai.

“Kyai, hamba akan berangkat. Wish Me Luck !” ujar pangeran.

“Baiklah Ngger ! demi tercapainya tujuanmu, akan kusuruh 234 santri untuk membantumu.”

Maka berangkatlah ia ke kerajaan Dunhill dengan mengendarai Garuda kesayangannya.

Sesampainya di depan gerbang kerajaan, pangeran Ardath berteriak menantang Minak Djinggo.

“ Keluar kau Minak Djinggo ! Serahkan tuan putri padaku !” kata pangeran penuh amarah. Begitu mendengar namanya disebut dengan tidak nikmat, Minak Djinggo segera keluar menemui asal suara.

“ Hua ha ha…ha….!! Rupanya kau, Bocah Tengik! Apa urusanmu dengan calon permaisuriku?“

“ Jangan asal bicara, Tua bangka ! aku adalah belahan jiwanya, kekasih sejatinya.”

“ Hmm…Seleramu boleh juga, anak muda.”

“Jelaas….Pria Punya Selera.” timpal pangeran dengan penuh gaya.

“Aku tidak akan menyerahkannya padamu”

“ Kau jangan Mezzo (baca: memaksa) aku menggunakan kekerasan. Lagipula kau sudah tua, apa yang kau banggakan?!” amarah pangeran mulai memuncak.

“Biar tua begini, Yang Penting Rasanya Bung !” ejek Minak Djinggo yang tampak Enjoy Aja meladeni pangeran.

“Baiklah, bila kata-kata tak membuatmu paham, biar senjataku yang bicara !” Pangeran mulai mengeluarkan senjata-senjata supernya, Nikki Super dan Djarum Super tentunya. Minak Djinggo tak mau kalah, ia segera mengeluarkan pusaka dari Bentoel-annya (baca : buntelan). Meski senjata Djarum Classic dan Djarum 76 milik Minak Djinggo merupakan senjata kuno, tetapi kehebatannya mampu menandingi senjata super milik pangeran.

Karena menganggap pertarungan ini Bukan Basa-Basi, maka jurus-jurus mematikan segera dilancarkan kedua pihak. Tapi apes bagi Minak Djinggo, pukulan Lucky Strike milik pangeran Ardath mengenainya secara telak hingga ia terlempar bermild-mild jauhnya sampai wilayah Country dan tewaslah ia dengan cita rasa tinggi.

Akhirnya pangeran Ardath berhasil membawa pulang Putri Sriwedari. Seminggu kemudian mereka melangsungkan pernikahan di taman Cigarillos yang terletak di kota Cihampelas. Memasuki masa bulan madu, mereka memilih daerah pesisir Long Beach, pantai cinta yang penuh kenangan. Tak ketinggalan pula mampir ke kawasan Marlboro untuk membeli kaos Digoda. Pangeran dan putri senantiasa bersama dalam asmara yang membara. Sekian.

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

1 thought on “Romansa Cinta Aroma Rokok”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s