Doa Yang Terkabul


aku masih ingat kejadian setahun yang lalu, ketika ada angin bergoyang di lempuyangan dan sekitar bioskop permata menerbangkan apa saja.
setelah itu aku membayangkan, bagaimana rasanya berada di bawah pusaran angin kencang. melihat benda-benda beterbangan. merasakan belaian udara yang mematikan.
Jum’at kemarin doa itu terkabul. meski aku tidak ikut terbang, tapi melihat sendiri bagaimana pepohonan di depan jurusan berjatuhan, pigura PPC melayang-layang, kaca berserakan, suara mobil kesakitan tertimpa ranting besar.
Subhanallah,, sungguh aku menyaksikan setitik kuasa Allah.
sementara mas-mas dosen mengabadikan goyangan si Topan, (mantan) Romo Nunung menyuruhku mengumandangkan adzan.
lafadz demi lafadz panggilan pengingat Tuhan ku teriakkan di antara deru raksasa bayu.
Laa ilaaha illallah, lafadz terakhir berhasil ku selesaikan. sejenak setelah itu emosi alam mulai reda, angin tak lagi meracau, tinggal hujan yang meraja. menuntaskan airmata yang tersisa.

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s