Bahagia tanpa harta


Hari ini aku baru saja mengembalikan buku Quantum Ikhlas yang dipinjamkan Marisa padaku. membaca isi buku itu, aku merasa de javu. tidak saja pada konsep-konsep yang dijabarkan oleh erbe Sentanu, tapi juga pada cerita cerita  yg menjadi ilustrasi dalam buku itu. Misalnya saja tentang keberuntungan yang beruntun, atau keserbakebetulan dalam hidup. keinginan kuat penulis untuk memiliki keturunan, padahal pabrik sperma beliau divonis sudah tak berproduksi lagi, membuahkan hasil meski harus menunggu bertahun-tahun. aku pun memiliki kisah yang serupa ‘ajaibnya’ tentang bagaimana akhirnya aku bisa kuliah di Jogja, UGM pula. padahal saat itu kondisiku jelas tidak memungkinkan untuk kuliah. Dana jelas tak ada, bapakku juga lebih suka jika aku kembali ke pesantren daripada menyandang status mahasiswa yang menurutnya ‘tidak relevan’. Begitu juga cerita bagaimana Allah menerbangkanku ke Amerika tanpa harus keluar biaya.

ah aku tidak sedang ingin menceritakan itu kali ini. jika kalian penasaran, akan kuceritakan lain kali.

yang ada di pikiranku sekarang ini sebenarnya adalah bahwa aku sedang tidak punya uang, tapi kok rasanya tenang-tenang saja. hampir sehari semalam aku belum makan, tapi kok perutku tidak terasa lapar. padahal biasanya baru 2-3 jam makan, aku sudah lapar lagi. mungkin begini kali perasaan orang yang ikhlas. merasa tenang dan merasa cukup.

~aku belum cukup ikhlas, hanya sedang belajar ilmu Ikhlas.

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

5 thoughts on “Bahagia tanpa harta”

  1. amiiin,,
    kayaknya pelajaran hidupku selanjutnya juga tentang memberi. it sounds like “how much i can give to another, whatever and whenever i am”
    semoga Allah memberikan kita Karunia untuk menjadi hamba yang bertaqwa.

  2. ntar saya pinjemin.. ‘am baca tulisan ini, saya jadi salut sama kamu.. Keep struggling ‘am.. Do’akan saya jadi orang yang banyak memberi manfaat bagi orang lain..

    Semoga kita menjadi orang yang penuh manfaat bagi orang lain ‘am dalam kondisi apa pun diri kita. Tetap memberi dengan ikhlas..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s