suddenly blue


tadi sore sehabis sholat di maskam, aku merasa ada yang lain di hati. sebenarnya sejak pertama kali mengangkat tangan untuk takbirotul ihrom aku sengaja meniatkan diri untuk ikhlas, untuk hudlur di hadapanNya. saat itu pula aku merasa tenaaaang. rasanya ingin memperpanjang waktu sholatku. tapi berhubung aku berada di barisan makmum, mau tak mau harus manut pada sang imam. entah kenapa, tapi jujur sempat muncul perasaan seolah inilah waktu terakhirku. entah terakhir dari apa aku juga tak tahu.

sejak saat itu, di perjalanan pulang hingga sekarang, hatiku terasa biru, semacam rindu pada kampung halamanku, i wanna go home, my eternal home.

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

3 thoughts on “suddenly blue”

  1. semoga perjalanan ke papua nya dimudahkan ‘am..
    banyak-banyak berdo’a ‘am..

    bismillahi laa ya dhurru ma’asmihi syaiun fi ardhi wa laa fissamaa i wa huwa sami’ul ‘alim..

    “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu yang ada di bumi dan langit tidak akan berbahaya. Dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat shohih Ibnu Majah 2/332)

    Semoga setiap bagian dari penjalanan hidup kita, bertuliskan tinta emas kejayaan dan tinta merah perjuangan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s