Soul is Very Fluid


Beberapa hari terakhir saya berkesempatan mendengarkan pembicaraan Nia Di Nata, produser sekaligus sutradara film-film dengan perspektif perempuan (Cha Bau Kan, Perempuan Punya Cerita, Arisan, Quickie Express dan film dokumenter Pertaruhan), tentang pandangan-pandangannya. salah satunya adalah tentang jiwa atau soul. Berikut adalah percakapan singkat saya dengan seorang kawan lama yang saya lakukan di sela-sela pekerjaan menuliskan pembicaraan Nia Di Nata tersebut. Selamat membaca.

X: Apa yang dikatakan Nia Di Nata tentang Soul??

Y: Soul is very fluid, sangat mudah mengalir. Jiwa itu maskulin sekaligus feminin, keduanya bisa saling mengisi, melengkapi dalam satu tubuh manusia

X: How come?

Y: in my opinion, karena jiwa itu SATU, which has masculinity and femininity already. Maskulinitas tidak hanya berdiam di tubuh manusia berpenis, yg kemudian disebut jenis kelamin pria, begitu sebaliknya. Jiwa bukanlah entitas fisik, jiwa adalah soal rasa. apa yg orang jawa bilang sbg ‘Roso’. Roso sakjroning roso.
Kalo kita gunakan pemahaman umum, jiwa maskulin dianggap sbg sesuatu yg bersifat logis, rasional, keras. Sementara feminin sering dianggap sbg sifat yg lembut, mengasihi, intuitif. In fact, all human need those things and already has both side inside

X: Let me think about it…

Y: Silakan…
Apakah salah jika ada manusia bertubuh mulus, dengan 2 tonjolan di dada tapi berpikir logis, rasional, dan bersikap tegas?
Apakah salah jika ada manusia berpenis tapi memiliki sifat lembut, pengasih dan cenderung ‘main perasaan’?

Manusia memiliki semua rasa itu tanpa peduli bagaimana bentuk fisik mereka. hanya saja seringkali, pengasuhan di keluarga, pelajaran di sekolahan dan pergaulan di lingkungan membentuk stereotype bagaimana perempuan memperlakukan dirinya, bagaimana laki-laki harus berkuasa. bahwa perempuan tidak boleh mengangkat kaki ketika makan, tidak boleh bersuara keras-keras di muka umum atau bahwa laki laki haram hukumnya menangis, tidak boleh cengeng, harus tahan banting, tidak boleh pake perasaan.

X: Stujuuu….!!
Aku bukan tipe orang yg mengkotak2an dunia

Y: btol btol btol! emangnya dunia itu kotak??

X: Lha yo bunderr…
mulane aku rak tak kotak2ke. mekso banget kuwi nek ngotak2ke dunia..

Y: karena sudah dari sononya bumi itu nggak kotak, berarti kan emang ga bisa dikotak2kan. Hanya orang2 yg ngeyel yg mengkotak2kan dunia

X: hahahahaa…..D’accord!!!

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s