Bagaimana kita bisa tahu sholat kita diterima atau tidak?


Bagaimana kita bisa tahu sholat kita diterima atau tidak?

Demikian pertanyaan yang diajukan teman dalam catatan saya sebelumnya (yang juga diawali dari pertanyaan teman dalam catatan saya yang lain). Lagi-lagi saya berusaha menjawab setahu saya. Bismillah!

Pertanyaan yang bagus dan wajar. Bagus karena menunjukkan kepedulian kita atas amal ibadah. Wajar karena sebagai seorang hamba, kita tentunya berharap ‘Majikan dari segala majikan’ akan senang pada usaha kita. Dengan begitu Sang Majikan akan memberi kita hadiah surga. Meskipun kita perlu bertanya pada diri sendiri apakah surga itu yang menjadi alasan kita beribadah, atau justru karena Allah itu sendiri. “Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepada-Nya?” tanya Chrisye dalam lagunya.

Bukan surga, bukan pula neraka yang (harusnya) menjadi tujuan kita. Bukankah dalam niat apapun, kita selalu mengucap lillahi ta’ala?! hanya karena Allah!

Surga dan neraka adalah milik Allah, hak prerogatif Allah untuk menentukan siapa yang masuk di dalamnya. Tidak semua penghuni neraka menderita dan mendapat siksa, yaitu mereka yang mendapat ridlo-Nya. Ya, ridlo Allah itulah yang kita butuhkan. Para malaikat penjaga neraka tidak akan mengeluh kepanasan dan kesakitan karena mereka ridlo atas ketetapan Allah dan diridloi Allah untuk menjalani takdir. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk selalu berdoa Ilahii anta maqshudii wa ridlooka mathluubii (Tuhanku, Engkaulah tujuanku dan ridlo-Mu yang aku pinta) tiap kali niat mengerjakan sesuatu.

Ketika kita rela (ridlo; ikhlas; dengan senang hati) menerima apapun ketetapan dari Allah dan Allah meridloi kita, niscaya hati kita merasa damai. Jiwa kita tenang. Tiada kesusahan, tiada kekhawatiran. Berganti dengan semangat beribadah. Wajah kita senantiasa sumringah karena yakin Allah membersamai dalam tiap langkah. Menghadap ke arah manapun seolah kita menjumpai wajah Allah. Itulah surga sebenarnya.

Memang Allah tidak memberitahu apakah shalat kita diterima saat itu juga ketika kita selesai shalat. tapi Allah memberitahu tanda-tanda orang yang diterima shalatnya, yaitu bertambahnya iman dan taqwa. siapa orang yang beriman dan bertaqwa? Allah menjelaskan dalam surat Al-Anfal ayat 2-3

2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

Praktisnya, jika kita ingin mengetahui apakah shalat kita diterima atau tidak ya tinggal memperhatikan perilaku kita. Sudah semriwing-kah hati kita tiap kali menyebut kata Allah? sudahkah kita tergerak untuk sholat berjamaah tiap kali mendengar adzan dari masjid/mushola dekat rumah? sudahkah kita menjadi orang yang ikhlas lagi pasrah?

Biasakanlah menyebut “Allah..Allah..Allah” dengan lisan dan hati seiring dengan detak jantung, lalu perhatikan apa yang terjadi!

Salam Superb! <– Mario Teguh mode is on. Nah lho?!

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s