Karena Cinta, Ijinkan Aku Meminta


Semalem aku merasa tersentuh ketika berdoa. Sudah lama aku tidak meminta. Karena bagiku, Allah saja cukup. Hasbii rabbi Jallallah. Ma fi qolbiy ghoirullah. Allah sudah memenuhi semua butuhku. Allah paling tahu apa yg terbaik bagiku. Makanya aku malu jika harus meminta ini itu. Jujur, sudah lama aku tidak berdoa secara spesifik. sehabis sholat paling-paling aku hanya berdzikir dan sholawat secukupnya. Karena aku percaya Allah telah mencukupi segalanya untuk kujalani hidupku. Allah adalah penjuru hatiku. Allah Cinta sejatiku.

Namun, ada hal lain yg membuatku berhenti berdoa. yaitu aku mulai meragukan segala doa dan upayaku. Satu contoh saja ttg skripsi (ada hal lain dalam hidupku yang benar-benar kuinginkan dan sampai kini belum juga terwujud.) Aku pernah berdoa sampai meneteskan air mata, terasa benar sesak di dada, meminta kelancaran skripsi. Apapun kulakukan untuk itu. mulai dari membatasi tawaran kerjaan, tak peduli betapa mepetnya keuanganku saat itu agar aku bisa fokus hanya untuk skripsi. sebagai usaha batin, ku datangi tempat-tempat sepi, kukhatamkan qur’an berkali-kali. ku perbanyak dzikir berharap kuraih jernihnya fikir.

Tapi tak tahu kenapa, sepertinya skripsi ini susah sekali diselesaikan. Aku seperti kehilangan kemampuan menyusun kata-kata. Kalimatku muter-muter tak karuan. Berkali-kali aku harus menunda dan merevisi deadlineku sendiri. Aku mulai ragu, apa bener semua yg kulakukan ini tak ada gunanya. Semua usaha, semua doa seolah tak berpengaruh apa-apa.

Sampai tadi malam aku masih skeptis. Males sekali rasanya aku berdoa, toh aku tahu ujung-ujungnya jawaban dari semua doa berpulang pada diriku juga. Tapi ndilalah selepas sholat isya’ berjamaah di masjid dekat rumah, hujan menahan keinginanku pulang. Kuputuskan untuk ikut mengamini saja apa kata imam. Doanya standar-standar saja. Bahkan dalam kondisi normalku, doaku lebih panjang dari itu. Tapi ada dorongan hati untuk tetap mengamini. Baru aku tersadar sudah lama aku tak berdoa. Menengadahkan tangan penuh harap. Ya harapan! sudah lama aku tak merasakan kekuatan harapan. bagaimana rasanya menjadi orang yang tak berdaya dan setulus hati meminta.
Aku tiba-tiba merasa trenyuh. Melintas dalam benak bahwa esensi iman adalah mempercayai apa yg belum terjadi. Keimanan atau kepercayaan bukanlah apa yang akan kita dapatkan di akhir perjalanan, tapi bagaimana kita menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kita tetap percaya dan menjalani apa yg kita percayai.

Untuk merasakan cinta, kita butuh interaksi. Meminta adalah salah satu cara berinteraksi. Karena aku mencintai-Nya, maka aku memanggilNya, maka aku meminta, aku berdoa. Bukan untuk terkabulnya doa, tapi untuk terjaganya interaksiku denganNya. Untuk tetap merasakan Cinta, CintaNya untukku dan Cintaku untukNya.

Aku malu. mataku mbrambang. Betapa lancangnya aku meragukan Cinta-Nya. Dia yang tak pernah ingkar janji. Dia yang senantiasa mengirimkan embun untuk menyejukkan pagi, menghangatkan bumi dengan sinar mentari. Bahkan kepada seekor Coro Tengik, Dia tak pernah lalai memberikan jatah rezeki. Mana mungkin dia mengabaikan permintaan manusia, makhluk kebanggaanNya.

Maaf, karena telah meragukan Cinta-Mu.

Jogja, 11.01.11

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

11 thoughts on “Karena Cinta, Ijinkan Aku Meminta”

  1. wekekekekekek,
    semangaaaaaaaaaaaaaaat mas.
    ato kerjanya dihibahkan ke saya saja?
    hihihiihi

    btw, jadi inget apa yg pnh saya baca di buku quantum writing. Kalo’ hal yg paling gampang yg biasa dilupakan manusia adalah meminta.

  2. dulu saya kuliah S-1 ampe 7 tahun mas … Skripsi tu emang gampang-gampang susah apalagi yang udah “punya pekerjaan” seperti sampeyan. Saya ndak se-religius sampeyan … yang penting kalo’ sudah dapet mood-nya: pantang berhenti sampe selesai skripsinya. Lha cari mood-nya itu yang setengah modar.

    1. skripsi itu seperti istri, sama-sama tak mau dipoligami.😦
      kalo nunggu mood ya ga kelar2. moodnya harus dipaksa keluar. hehe

  3. sobered?πŸ™‚

    *i’ll pray for you too.*

    hmm…jadi ternyata memang benar ya, apa yg pernah kudengar sambil lalu.
    bahwa hati manusia atau kalbu itu pada hakikatnya selalu ‘bolak-balik’, asal kata nya saja sudah qalb (bolak-balik).

    dan kaupun ternyata bisa juga meragukan Cinta-Nya…

    1. thank for your prayingπŸ™‚

      iman/percaya/faith adalah pekerjaan hati (qalb)
      itu sebabnya iman itu juga bisa naik dan bisa turun.

      mangkanya setelah sholat maghrib kita dianjurkan sholat sunah li tsubutil iman. agar hati kita senantiasa mantab dan tetap beriman.πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s