Hikmah Galau


Jamaaaah ooh Jamaaaaah….

Sudah lama sekali saya tidak menyapa jamaah. maklum lah skripsi kemarin cemburuan banget kayak bini-bini takut dipoligami. lagipula saya bukan member klub poligami. boleh dong sedikit sombong kalo saya ini mahasiswa setia. sekarang saya sudah resmi cerai baik-baik dengan skripsi, makanya baru sekarang sempat menyapa jamaah sekalian. sekian lama tidak saya menulis (yang biasanya diawali dgn kegalauan) bukan berarti tidak ada yg bisa ditulis (dari hasil kegalauan). Bahasa mudahnya, sekian lama saya tidak menulis bukan berarti saya tidak galau selama ini. saya juga galau, berkali-kali bahkan. tapi berhubung ada si skripsi tadi, semua kegalauan saya simpan dalam lemari hati.

Tulisan ini akan membahas tentang galau. bukan bagaimana kronologi kegalauan saya terjadi. tapi lebih pada galau sebagai sebuah fenomena yang membuat galau muda mudi. berhubung ini bulan Ramadhan, dan TV-TV sering mengajari bahwa Ramadhan bulan penuh hikmah, maka saya pilih kata ‘hikmah’ sebagai judul tulisan.

saya awali ini dengan 2 cerita ilustrasi. pertama seorang teman di dunia maya bercerita pada saya bahwa dia akhir-akhir ini menghindari komputer. apa pasal? menurutnya komputer miliknya memiliki banyak kenangan dengan orang yg pernah disukanya. menyentuh tombol ON komputer sama saja dengan menghidupkan seluruh tayangan di memorinya tentang kekasih yang dipujanya, diam-diam. Tiap kali jemarinya menyentuh tetikus, tergambar jelas di benaknya awal persentuhan kulit mereka. Biasa, trik lama menebar pesona, pura-pura ngajari. Masalahnya, mereka kini berpisah dengan menyisakan masalah. itu yang bikin teman saya galau. berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan ia galau dan menjauhi komputernya sendiri. dia sempat sembuh dari galau dan merelakan keberpisahan mereka. tapi tiap kali mendekati komputernya, galau itu menyergap tiba-tiba.

cerita kedua, hampir sama. bedanya kali ini teman saya dan orang dikasihinya sempat berpisah baik-baik. intinya, biar singkat ceritanya, karena satu dan lain hal mereka tidak bisa lagi bersama. keduanya sadar keputusan yg mereka ambil. teman saya pun tak menampakkan kesedihan, dia ikhlas melepas. sesekali paska keputusan untuk putus mereka masih saling bertukar kabar. dia merasa senang bisa tetap berhubungan baik dengan mantan. teman-temannya pun memuji kedewasaannya. setelah putus dia belum berencana mencari pengganti mantannya. sekali lagi karena dia merasa cukup bahagia bersama sahabat-sahabatnya dan hubungan baik dengan mantannya. nothing is change but status. lama-lama dia berpikir lalu apa bedanya pacaran dengan tidak pacaran kalau toh masih bisa saling sayang?! Dia masih bisa ‘waras’ ketika bersama kawan-kawannya. tapi jauh di dalam hati, ia merasa sepi. jika malam menjelang tidur, tak ada ucapan ‘met bobo’ lagi. kalau pun ia ingin mengirimkan pesan selamat malam, ia tak tahu kepada siapa pesan itu dialamatkan. apalagi jika dalam kesendirian itu dia melihat benda-benda yang mengasosiasikan mantan.

jamaaah…. oh jamaaah…
dua kisah tadi hanya sekedar ilustrasi saja bagaimana galau bisa muncul. meskipun dua kisah tadi berkaitan dengan urusan percintaan, yang ingin saya garis bawahi adalah galau bisa disebabkan hal lain misalnya pekerjaan, atau soal keimanan pada Tuhan.

kenapa sih kita masih merasa galau? padahal kita sudah pernah melewatinya. kenapa foto, boneka, komputer, tempat-tempat tertentu bisa membuat kita jatuh pada kegalauan yang lalu. ini karena memori manusia bekerja lebih kuat ketika ada emosi di dalamnya. dan selama nyawa masih dikandung badan, emosi ini akan selalu ada. emosi adalah atribut yang melekat sepanjang hayat. masalahnya adalah bagaimana menyikapi emosi tersebut.

hidup adalah karma. karma bukan lah hukum balas-membalas seperti yang selama ini jamak dipahami. bagiku, karma adalah pelajaran yang harus kita selesaikan untuk naik tingkat secara kejiwaan. ingat, kita bukanlah tubuh yang memiliki jiwa tapi kita adalah jiwa yang sedang menjalani fase hidup kebertubuhan. fase kebertubuhan ini adalah fase belajar dan belajar, lain tidak. dalam fase ini, tiap jiwa memiliki sejumlah karma yang harus dia kuasai untuk menentukan posisi dan kualitas dia di fase kehidupan selanjutnya. galau sendiri adalah indikasi berlangsungnya proses pembelajaran diri.

lalu bagaimana sebaiknya kita menyikapi kegalauan?

galau selalu berkaitan dengan apa yg diyakini sebagai “yang seharusnya terjadi” dan “yang benar-benar terjadi”. banyak orang mengira bahwa jika ia melakukan A maka ia harus mendapat B. bahwa pacarnya akan selamanya setia. bahwa ia tak bisa melupakan mantan karena hanya mantan itulah yang sosok sempurna untuknya. begitu seterusnya. kita terjebak pada kemelekatan yang kita buat sendiri, kemelekatan yang nir-abadi.

yang perlu kita lakukan adalah melepaskan kemelekatan diri. ambillah jarak dari segala yang kita anggap sebagai ‘milik’ kita. kepemilikan hanyalah kondisi mental karena kita terlalu dekat dan lekat. apa sih yang benar-benar milik kita? hidup adalah cerita berseri tentang satu kehilangan ke kehilangan yang lain. tiap orang memiliki urutan cerita yang berbeda, tapi apa-apa yang hilang selalu sama.

kita hanya perlu mereka-ulang mind set lama. anggaplah emosi itu sebagai informasi, tak lebih dari itu. informasi yang kita butuhkan untuk menentukan pilihan. ya pilihan! inilah kunci dari kebahagiaan. kunci yang tidak diberikan kepada makhluk selain manusia. sayangnya manusia seringkali malas menggunakan dan memilih untuk dipilihkan agar ia bisa lari dari tanggung jawab atas konsekuensi dari pilihan. tak ada kebahagiaan tanpa adanya kebebasan pilihan. tak ada guna kebebasan tanpa adanya keberanian menentukan. Meminjam quote dari Burung-Burung Migran, sebagaimana dikutip mbak monic, “rahasia kebahagiaan adalah kemerdekaan. rahasia kemerdekaan adalah keberanian”

muara dari semua ini adalah kebijaksanaan. mustahil seseorang menjadi bijaksana tanpa utuhnya pemahaman atas kenyataan, tanpa pencarian pada kesejatian. banyak orang yang memiliki pengetahuan tapi tak bijaksana menggunakan pengetahuan. itu karena dia mengabaikan kesejatian. tapi orang yg telah sampai pada kesejatian, tak sulit baginya untuk mengetahui banyak hal.

jamaaaah… oh jamaaah…

saya teringat pada salah satu ceramah dari guru tarekat K.H. Asrori Al-Ishaqi tentang hikmah dzikir. inti dari tarekat adalah dzikir, fikir, dan ma’rifat. beliau menjelaskan kenapa ritual tarekat tak lepas dari dzikrullah. karena dzikir adalah aktivitas mengingat pada hakekat. ingat pada hakekat akan menjaga hati kita dari pikiran yang mengotori jiwa. hanya dengan hati yang bersih manusia bisa berfikir dengan jernih. Berfikir adalah indikasi hidupnya jiwa. jiwa yang hidup adalah jiwa yang selalu mencari. jiwa yang selalu ingin kembali. jiwa yang merindukan dzat azali yang abadi. jika ia berhasil dalam tahap ini seorang hamba akan diijinkan untuk mengakses pengetahuan semesta, ma’rifatullah. ia mampu melihat rahasia di balik rahasia. ia mampu menjelaskan segala yang terjadi tanpa harus mengalami.

Akhirnya, berhubung sebentar lagi waktu sahur tiba, kita sampai pada kesimpulan tentang hikmah galau. Galau adalah cara Tuhan untuk menegur kita agar selalu berdzikir (mengingat). Galau mengingatkan kita untuk selalu berfikir tentang karma (pelajaran hidup) yang harus kita kuasai. Galau membawa kita pada penjelajahan dunia dalam diri, tempat di mana kebahagiaan tersembunyi. Jika kegalauan tidak membuat kita berfikir dan terjebak pada galau itu sendiri, berhati-hatilah. bisa jadi jiwa kita mati. dan bagi jiwa-jiwa yang mati, jangan harap akan sampai pada yang kebahagiaan yang hakiki.

Peace, Love, and Galau

ditemani secangkir kopi di lapak donat, 26 Ramadlan 1432 H

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

6 thoughts on “Hikmah Galau”

    1. nanat dudul!! ketauan ga pernah liat tipi. jamaah oh jamaah itu bukan punya mama dedeh yoo…
      lagian kok iso tekan mama dedeh iki lho?! *hadeeeh -.-“

    1. ihdinas shiroothol mustaqiim, tunjukkan kami jalan yang konsisten.
      menurutku jalan yg konsisten itu tidak hanya yg lurus2 saja. tapi juga ada yang zig-zag, muter-muter, maju mundur, tapi tetap bahwa tujuannya tetap konsisten yaitu Allah.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s