AL-QUR’AN: Obat Tidur Paling Manjur


Akhir-akhir ini banyak orang mengalami kesulitan tidur. orang biasa menyebutnya insomnia. penyebabnya beragam. ada yang disebabkan stres, banyak pikiran, atau keterusan gara-gara kebiasaan waktu ngerjain tugas atau skripsi misalnya. saking banyaknya orang yang mengalami insomnia sampai sampai Swaragama, salah satu radio di Jogja, terinspirasi untuk membuat program acara dengan nama Insomnia. target marketnya jelas, anak-anak muda yang sedang melek di tengah malam. sebagian orang menikmati insomnia. mereka bisa mengerjakan sesuatu yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi. malam hari jelas waktu yang tepat. tapi sebagian orang menganggap insomnia sebagai penderitaan. kalau sampai parah, seseorang bahkan perlu melakukan terapi dan minum obat penenang.

Sebenarnya ada obat yang murah, mudah, dan manjur untuk mengobati kesulitan tidur. yaitu baca qur’an. tidak semua orang bisa dan mau baca qur’an. ini berlaku bagi yang mengaku muslim, atau setidaknya sesuai pengalamanku.

Ketika siang tadi ku tulis status Facebook “obat tidur paling manjur adl baca qur’an. baru mbuka aja udah angop.” muncul beberapa respon. sebagian mengamini dengan setor jempol. yang lain menganggap aku sedang bercanda atau memberi kesan bahwa isi Al-qur’an itu membosankan.

No, I am not! Aku serius ketika menulis status. aku mengalaminya sendiri. seringkali baru sebentar ngaji, baru selesai satu halaman, sudah angop berkali-kali. dan ternyata bukan aku saja yang mengalami. pernah aku mengeluh ke ibuku yang lebih rajin ngaji tentang kebiasaan (yang awalnya kuanggap) buruk ini. tapi jawabnya di luar dugaan. “bener banget! kalo lagi susah tidur ibu lebih milih ngaji. dijamin beberapa menit kemudian langsung ngantuk mbliyut, itulah nikmatnya baca qur’an” jawabnya dalam bahasa Jawa.

kenapa begitu?

Karena Al-quran itu memang menenangkan. Ayat-ayat al-qur’an jika dilafalkan dengan tartil dan benar menjadi suara yang menenangkan. apalagi jika dilantunkan dengan lagu yang mendayu-dayu. entah ada rumus notasi mistik apa di balik getaran suara al-quran. Bahkan ada seorang ahli musik dari Amerika yang meneliti bacaan Al-qur’an dan menulis buku tentang keajaiban suara tilawah qur’an. (silakan tonton film Koran by Heart)

Secara biologis, gelombang suara yang dihasilkan dari bacaan Al-qur’an mempengaruhi gelombang otak kita. ketika kita konsentrasi gelombang otak yang tinggi terjadi. ibarat harddisk otak kita berputar dengan cepat. ketika rileks, santai gelombang otak kita menurun. ini yang disebut sebagai gelombang alfa. ketika kita menguap (dalam bahasa jawa: angop), itu adalah pertanda otak kita semakin di gelombang yang rendah dan memasuki gelombang alfa. jika diteruskan maka frekuensi gelombang otak kita semakin rendah menuju level delta bahkan theta. dua level yang disebut terakhir adalah frekuensi otak ketika orang tidur. semakin rileks otak kita semakin mengantuk mata kita hingga akhirnya kita jatuh tertidur.

Tentang gelombang alfa, banyak aktivitas otak yang luar biasa terjadi pada gelombang ini. salah satunya alam bawah sadar kita menyerap lebih banyak informasi. memori kita mampu menyimpan ingatan secara mendalam sehingga lebih awet terjaga. ide-ide kreatif atau yang biasa disebut sebagai ilham juga terjadi ketika otak kita berada di gelombang alfa.

Dalam konteks ini, aku sendiri pernah beberapa kali mengalami. ketika aku mengaji, seolah tiap ayat, tiap kalimat dalam Al-quran menceritakan maknanya sendiri. Aku hanya membaca Al-quran biasa, tanpa terjemahan, tapi di kepala muncul berbagai pengertian-pengertian baru yang muncul begitu saja. kadang pengertian itu tentang makna dari ayat yang ku baca. misalnya kisah percintaan Yusuf dan Zulaikha yang terabadikan dalam surat Yusuf. dulu cerita yang ku tahu adalah bahwa Zulaikha (sebagai pihak perempuan) yang menyukai dan mengejar-ngejar Yusuf. sementara Yusuf ku bayangkan sebagai pemuda alim yang melihat perempuan saja sudah gemeteran. suatu ketika pas aku baca surat Yusuf untuk ke sekian kali, sampailah aku pada ayat “wa laqod hammat bihi WA HAMMA BIHA”. seketika aku baru paham kalau ternyata nabi Yusuf juga manusia yang bisa jatuh cinta. jadi bukan kisah cinta satu arah. mereka ternyata saling mengharapkan. sejak saat itu makin bertambah keberanianku untuk mencintai lawan jenis. karena mencinta bukan perbuatan dosa.

Kadang pengertian itu sebagai penjelasan dari beberapa kejadian semesta yang sedang terjadi saat itu. misalnya peristiwa lumpur Lapindo, meletusnya Merapi, lebih luas lagi fenomena global warming yang menjadikan manusia menjadi panik dan bertanya-tanya gerangan apa yang sedang terjadi pada bumi. Aku menjadi paham dan menganggap itu yang sudah seharusnya terjadi setelah aku baca lagi surat Az-zalzalah. Pernah juga pengertian yang muncul sama sekali tidak berhubungan langsung dengan arti harafiah ayat yang ku baca melainkan jawaban dari problem-problem hidup pribadiku.

Mari tidur,, eh ngaji…😛

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s