Bara dalam Dada


pernah suatu ketika,
kerasnya tatapan mataku beradu,
memercik cahaya dalam hatiku.

percikan itu menyulut jerami rindu,
api itu kian membesar tiap waktu.
aku tak kuasa mengendalikannya
hingga membakar seluruh egoku.

habis sudah.
tak ada lagi aku dalam diriku.
lebur dalam remahan abu.

tapi tunggu dulu,
ada bara tertinggal di sana.
haruskah kupadamkan nyalanya atau kubiarkan tetap di sana
biar kecil, nyalanya cukup ‘tuk hangatkan jiwa.

Kota_Sejuta_Romansa, 17 September 2010

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

1 thought on “Bara dalam Dada”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s