Jimat Bahagia*


Gambar

Jaman dulu ada seorang murid yang galau. Dia mengadu kepada gurunya.

“guru, bagaimana caranya mendapatkan ilmu bahagia?” murid itu mengawali dengan bertanya. “Aku ingin pandai dan bijaksana seperti guru.”

Gurunya memang hebat, selain pandai, kaya, ia juga sederhana. lalu gurunya meminta muridnya untuk pergi ke atas gunung. Di atas gunung ada sebuah jimat yg dl ditinggalkan gurunya ketika masih muda.

“Ambillah jimatku di atas gunung, ada sebuah batu besar mirip gajah, di bawah batu itu aku simpan jimat yg bisa membuatku hebat seperti sekarang”

Lalu si murid pun segera berangkat, Ia tak mau menunda barang sedetikpun. Selama perjalanan ia melewati perkampungan, sawah, sungai, dan hutan. Di perkampungan sedang ada pesta rakyat. Di sana ramai sekali. Aneka rupa makanan dan minuman tersaji untuk siapa saja. Gratis. Semua orang bergembira, muda mudi bergoyang dan bercanda. Anak-anak berkejar2an menikmati suasana. Tapi si murid tak mau berleha-leha, ia terus saja berjalan meninggalkan perkampungan.

Sampailah sang murid di persawahan yang luas membentang. Ada beberapa petani yang sedang mengairi sawah, ada pula yang membajak tanah dengan bantuan kerbau. Tengah hari tampak istri-istri petani menyusul membawa bekal buat suami. Melihat si murid yg nampak kelelahan, seorang petani itu memanggilnya untuk menyantap bekal bersama. Tapi ditolaknya juga.

Lalu sampailah ia di sungai yang jerniiiih sekali…

Ia berhenti sebentar, mengisi tempat minum dan cuci muka. Ia duduk di atas batu besar di tengah sungai. angin sepoi-sepoi. Dari kejauhan tampak gunung masih seperempat perjalanan.

Melihat gunung itu, si murid langsung bangkit lagi.

“Aku tak boleh berleha-leha. harus segera sampai atas sana agar bisa kudapatkan jimat bahagia” katanya.

Ia pun segera berkemas dan melanjutkan perjalanan. Ia sampai di atas gunung ketika hari sudah beranjak senja. Ia segera mencari jimat yg dimaksudkan gurunya. Sesudah ketemu lalu ia segera turun.

Sesampainya di depan guru, ia menyerahkan jimat yg diminta. Lalu sang guru itu bertanya,

“Ceritakan padaku sudahkah kau peroleh ilmu bahagia? bagaimanakah rupanya ilmu itu?”

“Maaf guru, bukankah guru yang akan memberikan ilmu bahagia padaku setelah jimat itu saya serahkan?” jawab si murid dengan muka penuh pertanyaan.

Sang guru hanya tersenyum, lalu membuang jimat tadi ke tempat sampah. Si murid jadi tambah semakin heran tak karuan.

 “Ampuni kelancangan saya guru, bukankah itu jimat bahagia sangat berharga? mengapa setelah dgn susah payah tanpa kenal lelah saya ambil, malah guru buang begitu saja ke tempat sampah?”

Guru pun menjawab, “kebahagiaan itu bukan terletak apa yang kau dapat di akhir perjalananmu, tapi sejak kau mulai perjalananmu mencarinya, yaitu bagaimana kau mendapatkan itu.”

Guru hening sejenak, membiarkan muridnya mencerna kata-katanya. Lalu ia melanjutkan penjelasannya,

“Pikiran dan hatimu terlalu penuh oleh Jimat itu sehingga kau lupa mengambil kunci-kunci bahagia yang kau temui selama perjalanan. Tuhan menitipkan ilmu bahagia pada keceriaan anak-anak di pasar malam, pada keramahan petani yg mau berbagi, pada sungai yang sejuk lagi sunyi. tapi kau tak memperhatikan itu semua.”

Kayen, 1 November 2012

*judul dan cerita fiksi ini muncul begitu saja. Muncul sebagai jawaban spontan dari pertanyaan mahasiswi komunikasi UPN tentang bagaimana seharusnya memanage diri karena galau skripsi, ngebet nyari beasiswa luar negeri, dan pengen jadi top leader perusahaan besar. aku hanya bisa mengamini.🙂

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

1 thought on “Jimat Bahagia*”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s