Para Sarkub (Sarjana Kuburan) | @31HariMenulis


Langit malam di Madura seperti malam-malamku di pedalaman Papua dan di pulau-pulau lain di luar Jawa. Bintang selalu terlihat lebih banyak dan terang. Mungkin karena sebagian besar bagian dari pulau ini belum tersentuh penerangan buatan. Mungkin karena kualitas udaranya yang lebih bersih sehingga tak ada polusi yang menghalangi sinar gemintang.

Aku terduduk di teras warung dekat makam. menikmati mie rebus telor dan secangkir kopi manis sebagai hidangan sahur. bersamaku di dalam warung ada juga seorang laki-laki bersarung. dari wajahnya tampak ia lebih muda dariku. dia adalah lelaki yang selalu kulihat mengaji di pojok masjid samping makam. Tiap kali waktu sholat tiba, ia berbaris di pinggir shaf sebelah kanan imam. sebagai sesama SARKUB alias Sarjana Kuburan, aku ingin mengenalnya.

Namanya Muh. Rosyid. Asalnya dari Boyolali tapi kini sedang nyantri di salah satu pondok pesantren di Kediri. Ini adalah kali keempat dia ke makam Batuampar. Biasanya ia datang tiap akhir tahun Hijriah. Setiap kedatangan ia akan menghabiskan waktu minimal 40 hari. kegiatannya hanya mengaji dan mengkhatamkan Qur’an.

Namun dalam misi kali ini aturannya sedikit berbeda. Kali ini tiap 7 kali khataman ia akan pindah makam. Setelah dari Makam Syekh Syamsuddin Batuampar ini ia akan lanjut ke Syekh Yusuf di Kalianget yang masuk wilayah Sumenep. Dari Sumenep ia akan kembali ke Jember.

Malam berikutnya makam terlihat semakin ramai. orang-orang berdatangan dalam rombongan. kemudian terdengar suara dari kerumunan bagai lebah. lalu sepi kembali. Datang lagi. Ramai lagi. Pantas saja ramai. Ini malam Jumat.

Sehabis maghrib tadi aku baru saja menyelesaikan khataman di pinggir makam Syekh Syamsuddin. ada perasaan sedikit lega meskipun masih biasa-biasa saja. Kini aku memilih beristirahat di tempat semacam aula kecil. letaknya tepat di depan masjid makam. di situ ada beberapa orang musafir juga sepertiku.

Namanya Taufik. Mengaku sebagai orang Jogja bagian Lempuyangan. Dia sudah menghabiskan waktu 3 bulan di sini dari rencana 100 hari. ketika kutanya ke sini dalam rangka apa, ia menjawab karena disuruh kyainya untuk tabarukan (ngalap berkah). Ia tidak mengkhatamkan Quran di sini tetapi lebih banyak ke wirid khusus. Setelah selesai misinya di Batuampar ia akan melanjutkan pengembaraannya keliling makam wali songo.

Berikutnya adalah Pak Ayyub. Ia orang Malang keturunan Madura. Di Batuampar baru 27 hari. Ia punya 2 anak dari 1 istri. Lalu kutanya selama dia di sini siapa yang menafkahi anak istri, ia menjawab bahwa selama 27 hari ini ia selalu mendapatkan rejeki dari orang-orang yang datang ke sini. Sebenarnya ia ke sini juga membawa misi. Ia tidak akan pulang sebelum 3 permintaan kepada Tuhan dipenuhi. Ia pun tak mau menyebutkan apa ketiga permintaannya sebelum dikabulkan.

Dan masih banyak lagi para Sarjana Kuburan lainnya yang aku tidak sempat bertukar cerita dengannya seperti Achmadi, mahasiswa S2 sebuah perguruan tinggi,  dari Ngawi; dan Kang Didin dari Jawa Barat.

Biasanya para SARKUB berpuasa selama menjalani laku-nya. Sekretariat pengurus makam mengalokasikan dana atau berupa beras untuk dimasak dan dimakan bersama. Jatah makan dari sekretariat hanya sekali yaitu untuk hidangan berbuka puasa. Kalau ada SARKUB yang ingin sahur dipersilakan untuk membeli sendiri di warung-warung terdekat.

Ini adalah malam terakhir aku di persemayaman Syekh Syamsuddin Batuampar. Aku berpamitan kepada Kang Didin yang telah menerimaku dengan baik. Kang Didin menawari apakah aku besok pagi butuh tumpangan sampai ke terminal atau ke jalur bis umum. Aku agak bingung dengan tawaran ini. apakah pengurus makam juga menyediakan jasa antar untuk para musafir? keren sekali pikirku. Rupanya maksud Kang Didin adalah menawariku apakah mau dicarikan tumpangan dari rombongan peziarah yang datang. Lazimnya begitulah para backpacker ‘dunia lain’ meneruskan perjalanan dan mengirit biaya.

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s