Kuliner Madura | @31HariMenulis


Memenuhi permintaan mbokdhe Lian tentang kuliner di Madura, saya tulis postingan ini. Sekadar mengingatkan bahwa perjalanan saya ke Madura dalam rangka #MaduraMission sudah saya lakukan 3 tahun yang lalu. jadi sepurane dhe kalo catatan kulinerku ga lengkap. ini ditulis bermodalkan sisa-sisa ingatan dan beberapa dokumentasi perjalanan.

This is it!

1. Sate Madura

Mendengar kata kuliner Madura, pasti ingatan akan langsung merujuk pada Sate. Hampir di semua kota di Indonesia pasti ada penjual sate Madura. Cirinya sate ayam dengan bumbu kacang dikasih kecap. Paling pas dimakan bersama lontong. Ciri lain yang khas dari sate madura adalah penjualnya. Iya penjualnya. ada yang jualan keliling dengan jalan kaki ada yang pake gerobak. penjual sate madura yang jalan kaki biasanya perempuan. membawa baki berisi sate, lontong dan bakaran sate yang disunggi di atas kepala sambil teriak “teee… sattteee..!” ajaibnya meski penjualnya jalan sambil berlenggak lenggok, baki di atas kepalanya tidak bisa jatuh. Kalau penjual satenya cowok biasanya mereka menggunakan gerobak kayuh. Di jeruji ban mereka pasang kerincingan sebagai penanda kehadiran aroma sate madura.

Selama berada di Madura, saya membayangkan akan menjumpai lebih banyak lagi penjual-penjual sate madura yang nyentrik. tapi sayang, di Madura tak ada penjual sate madura seperti yang kukira.

2. Kaldu Kacang Ijo

Kaldu Kacang Ijo

Saya mencoba makanan kaldu atas rekomendasi seorang teman. Malam itu saya sengaja jalan kaki dari hotel menuju taman kota di depan masjid Sumenep. tempatnya mirip alun-alun dengan banyak penjual di pinggirnya. Saya cari warung kaki lima yang menjual makanan bernama Kaldu.

Saya agak bingung mendeskripsikan makanan Kaldu ini. Wujudnya mirip bubur kacang hijau di warung Burjo. Memang di dalamnya ada bubur kacang ijonya, ada potongan-potongan ketela pohon alias puhung, tapi ada daging dan rasa kaldunya. Bayangkan saja seperti makan gulai dengan ada kacang ijo dan telo di dalamnya.

3. Soto Madura

Soto MaduraSepertinya hampir semua daerah di Indonesia punya kuliner yang namanya Soto. Ada Soto Betawi, Soto (sroto) Sokaraja, Soto Padang, Soto Lamongan, Soto Kudus, termasuk Madura. Bahan dasar yang biasanya ada di setiap soto adalah mie so’on (warnanya putih), potongan daging atau suwiran ayam, dan sayuran seperti kubis atau tauge. kuahnya segar  semu pedes karena mengandung rempah-rempah. kuahnya ada yang bening ada pula yang bersantan.

Menurut pencerapan lidah saya yang sama sekali ga peka makanan, (saya cuma bisa bedain makanan apakah terlalu manis, terlalu asin, atau terlalu kecut. kalau ditanya enak apa nggak, semua makanan enak menurut lidah saya,) yang khas dari soto madura adalah kuahnya yang kental dan mie so’on-nya lebih gede dari mie soon di Jawa. kecapnya paling pas pakai kecap dari gula tebu, bukan kecap kedelai hitam.

4. Rujak Cingur

Kamu pernah ciuman? bukan cipika cipiki tapi. kalo cipokan? iya melumat bibir itu lho. oh iya ding, lupa kamu kan jomblo.

Kalo kamu jomblo dan pengen merasakan rasanya melumat bibir, Rujak Cingur adalah solusi yang halal dan barokah.

Cingur adalah nama lain dari bibir, bibir sapi tapi. jadi rujak cingur ini makanan khas Jawa Timur, termasuk Madura. Bagian bibir sapi yang kenyil-kenyil itu dipotong kotak-kotak. dirujak dengan potongan nanas dan sayuran, bumbunya terbuat dari kacang. Ya mirip bumbu lotek kalo di Jogja. Ramuan khususnya adalah petis. bentuknya seperti pelumas berwarna coklat atau hitam terbuat dari udang atau ikan. Maknyuss lah rasanya.

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

2 thoughts on “Kuliner Madura | @31HariMenulis”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s