Sholat: Pada Mulanya Adalah Niat | @31HariMenulis #MaduraMission completed!


Ini hari Jumat (7/05/2010) yang katanya penuh berkat. Matahari pagi ini bersinar cerah. Pelan-pelan kabut yang menyelimuti hatiku menguap. Burung-burung kembali berdendang. Angin semilir berhembus menyegarkan. Demikianlah suasana hatiku ketika melangkah keluar dari kompleks makam Batuampar. Sengaja tidak kuambil tawaran tumpangan kendaran. Kali ini aku ingin jalan kaki saja. Sedari mulanya ini adalah laku-mlaku. Dengan jalan kaki aku bisa lebih cermat menangkap pesan alam. Aku bertekad jalan kaki sampai kutemukan kendaraan umum yang akan membawaku ke terminal Pamekasan.

Perempuan MaduraTernyata jaraknya lumayan jauh. Sudah satu jam aku berjalan kaki tapi tak juga kujumpai angkutan umum. Ya sudah kunikmati saja pemandangan Madura di pagi hari. Di kanan kiri masih banyak ladang. Di sebelah kiri sinar matahari menghangatkan. Kujumpai anak-anak kecil beriringan berangkat sekolah. Kulihat perempuan-perempuan Madura berjalan sembari menyunggi bawaan. Alangkah indah pagi ini.

Di ujung jalan kulihat jalanan mulai ramai. Rupanya itu pertigaan sebelum pasar. Ah akhirnya ada angkutan! Aku naik angkutan L300. Angkutan ini tidak sampai ke terminal bis. Kata supirnya nanti aku diturunkan di jalur terdekat menuju terminal. Dari situ moda transportasi yang tersedia hanya becak. Lalu kutawarkan seorang pengayuh becak, masih muda.

“Terminal berapa Cak?”

“Lima belas ribu.”

“Ah mahalnya!”

“jauh dik jaraknya”

“sepuluh ya?” tawarku lagi

Setelah menimbang-nimbang dalam pikiran, akhirnya ia mengiyakan. “Ya sudah!” Lalu aku naik ke atas becak.

Rupanya jaraknya memang sangat jauh untuk ukuran naik becak. Mana jalannya ada yang menanjak segala. Dalam hati aku menyesal sudah menawar harga. Apalagi ketika Mas Becak tadi keliatan ngos-ngosan di belakang. Begitu sampai di terminal, langsung kuulurkan selembar uang sepuluh ribuan dan selembar lima ribuan.

“Makasih dik” ucapnya lalu membalikkan arah becaknya.

Sampai di terminal aku langsung car ibis AKAS jurusan Surabaya. Berangkat kurang lebih jam 9 pagi. Sampai di terminal Purabaya kurang lebih jam 12.00 siang. Dari beberapa penjuru kudengar adzan sholat jumat tengah dikumandangkan.

Kucari loket penjualan tiket bis menuju Jogja. Tapi tiba-tiba hatiku bimbang antara langsung naik bis atau menjawab panggilan sholat jumat. Bukankah aku sekarang jadi musafir. Sah-sah saja kugunakan hak keringangan menggabung dan mempersingkat jumlah rekaat sholat. Lagi pula jamak dan qoshor adalah fasilitas dari Tuhan kenapa tidak digunakan.

solatDari kejauhan kulihat banyak orang berlalu lalang. Sementara yang menuju masjid hanya satu dua berdatangan. Aku teringat adegan dalam film My Name is Khan ketika Khan sedang dalam perjalanan. Dalam perjalanan tersebut dia bertemu dengan sesama muslim. Di tengah perjalanan bis yang mereka tumpangi sedang istirahat agar penumpangnya bisa membeli makan. Kebetulan waktu itu sudah masuk waktu sholat. Khan hendak sholat tetapi temannya mempertanyakan, mengapa harus sholat sekarang kalau toh bisa dijamak. Lalu Khan menjawab kurang lebih bahwa sholat adalah soal niat. Memang kita diberikan keringanan untuk menjamak tetapi apakah kita punya niat untuk menyegerakan sholat. Bagaimana mungkin kita berharap Allah menyapa kita sedangkan kita tidak benar-benar ingin disapa. Kita lebih menyegerakan hal-hal dunia dan menunda menjawab panggilan mesra dari Allah.

Deg!

Aku tertohok. Kupercepat langkahku menuju masjid. Khotib sudah mulai membacakan khotbahnya. Masjid yang tidak terlalu besar itu sudah penuh. Hanya tersisa di halaman beratap terpal tanpa alas. Kulihat ada anak-anak kecil menunggui setumpuk kardus dan Koran. Segera kuambil wudlu dan membeli selembar kardus dari anak itu. Dan aku menangis untuk yang kedua kali di hari itu dipenuhi rasa haru karena Tuhan menyapa hatiku.

#MaduraMission berakhir di sini.

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

2 thoughts on “Sholat: Pada Mulanya Adalah Niat | @31HariMenulis #MaduraMission completed!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s