Perjumpaan | @31HariMenulis


Entah malam ke berapa dari 31 hari jatah menulis. Aku bersyukur karena sudah lebih dari setengah bulan bisa memenuhi tuntutan menulis rutin tiap hari. terima kasih Bang Wiro. Ternyata efeknya luar biasa. ide tulisan berlompatan. kadang dalam waktu bersamaan. kadang muncul di detik-detik akhir kapak Bang Wiro melayang sehingga tulisannya jadi kacau. tapi tetep aku bersyukur belum sekalipun keserempet kapak Bang WIro.

Seperti malam ini, aku terduduk di sudut kedai kopi yang terletak di pojok perempatan Jakal. di sampingku ada seorang gadis duduk tertidur bertopang tangan kanan. kepalanya tertutup topi gunung abu-abu bertuliskan Brooklyn. Serajutan syal ungu melilit lehernya. Ia tampak damai dalam tidurnya.

Dialah sumber inspirasi beberapa tulisanku sekitar 14 hari yang lalu. Saat ia berada jauh dariku. waktu itu jarak hatinya ibarat berjuta tahun cahaya jauhnya dari hatiku. seperti sebuah novel yang ditulis teman dekatnya. Namun saat ia berada di hadapanku, aku tak bisa berkata-kata. Ini pengalaman pertama bagi perjalanan rasaku. Mungkinkah ini setitik metafora rasa dari rasanya berjumpa dengan Tuhan? Tak ada lagi yang kuinginkan. 

 

*Kota Sejuta Romansa, malam isra’ mi’raj. ditulis ketika aku tak tahu harus menulis apa di hari keduapuluhdua 05052013

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

4 thoughts on “Perjumpaan | @31HariMenulis”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s