Sengkuni 1: Ratu Sinis a.k.a Miss Nyinyir | @31HariMenulis


Beberapa hari yang lalu saya memposting tulisan Menemui Sengkuni dalam Diri. Sengkuni dalam diri yang saya maksud adalah tukang bisik dalam pikiran dan hati kita sendiri yang selalu menghalangi kita meraih impian, menjadi pribadi yang lebih disiplin agar sukses, atau sekadar menemukan diri yang sejati. Poin yang terakhir sebenarnya tidak bisa dikatakan ‘sekadar’ karena justru proses menemukan Diri yang Sejati inilah tema universal perjalanan tiap manusia. Karena setelah menemukan Diri yang Sejati, niscaya segala sesuatu yang berhubungan dengan karir, kesuksesan, impian, kebahagiaan akan lebih jelas alurnya.

Namun berhubung waktu itu saya dikejar-kejar kapak Bang Wiro yang melayang-layang di atas kepala, tulisan tersebut jadi kurang utuh. Setidaknya ada lima wajah Sengkuni sehingga bisa kita sebut dia Pancamuka. Nah berhubung Sengkuni dalam diri itu bisa berganti—ganti wajah maka saya mungkin akan menjelaskan secara berseri. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang siapa dan bagaimana Sengkuni melancarkan aksi.

Wajah Sengkuni yang pertama yaitu Ratu Sinis atau Miss Nyinyir. Miss Nyinyir ini bertugas untuk mencari cela, cacat, kekurangan, atau keburukan dari segala sesuatu. Dia bisa melihat apa yang orang lain tidak lihat. Karena tidak ada sesuatupun di dunia ini yang sempurna, kecuali Tuhan tentu saja, maka sangatlah mudah bagi sisi nyinyir dalam diri ini untuk nyacat. Sekali menemukan cacat, Miss Nyinyir akan langsung membesar-besarkannya sampai menutupi dimensi-dimensi lain dari segala sesuatu. Biasanya semakin cerdas, semakin pandai, semakin tinggi kemampuan logika seseorang semakin canggih pula tingkat kenyinyirannya.

Mungkin kalau yang nyinyir itu ada di hadapan kita, bisa langsung kita tampar mulutnya. Lha kalo suara nyinyir itu ada di dalam diri kita sendiri dan menyinyiri tiap rencana perbaikan diri kita gimana? Kalimat yang biasa muncul dari Miss Nyinyir antara lain, “ah itu terlalu sulit”, “ngapain buang-buang waktu” “cengeng kamu, gitu aja nangis.”

Cara untuk ngeles kenyinyiran adalah dengan meningkatkan level kepercayaan pada diri sendiri. Bahwa sekecil apapun usaha kita pasti akan berguna. Mungkin memang tak sempurna, tapi apa salahnya mencoba. Tiap kali suara nyinyir itu muncul, katakan dengan tegas pada hatimu, “Salah atau benar, sukses atau gagal yang penting aku sudah berusaha.”

Secara teknis, untuk melawan sifat nyinyir dalam diri kita setidaknya ada tiga cara. Pertama, buatlah target-target sederhana tentang apapun saja dalam hidup kita, lalu selesaikan. Tidak usah terlalu risau dengan hasilnya, atau komentar orang lain tentang pencapaian kita. Tanggung jawab kita yang pertama dan utama adalah kepada hati kita sendiri. Bukan kepada orang lain, bukan kepada pacar, bukan kepada saudara, bukan kepada guru, bahkan ekstrimnya bukan orang tua biologis. Tentu saja itu bukan berarti saya mengajarkan menentang semua nasehat mereka.

Kedua, jadilah orang yang hidup di sini dan saat ini. Seringkali kenyinyiran itu datang dengan mengingatkan kita pada kegagalan pada masa lalu atau menakut-nakuti dengan bayangan kegagalan di masa depan. Oleh karena itu kita harus melawannya dengan hidup pada saat ini. Bill Keane yang orang bule bilang, “Yesterday is history, tomorrow is a mistery. But today is a gift of God, which is why we call it the present. Ya, hiduplah pada saat ini, karena saat ini adalah present, adalah hadiah dari Tuhan. Jangan sia-siakan.

Ketiga, ajaklah hatimu bicara. Seringkali orang yang kuat di logika cenderung menganggap remeh atau nyinyir pada perasaan. Mereka pikir menjadi orang perasa, dikit-dikit pakai hati, adalah orang yang mentalnya lemah dan mudah mengalah. Orang-orang dengan kemampuan logika berlebih hidupnya cenderung kaku dan mudah stress karena segala sesuatu dipikir dan harus ada penjelasan logisnya. Mereka menganggap apa yang mereka rasa itu tidak penting. Orang-orang jenis ini akan kesulitan menjawab ketika ditanya apa yang membuatmu senang atau apa yang membuatmu sedih. Karena menurut mereka emosi itu sifatnya sangat pribadi dan tidak penting untuk diungkapkan. Padahal ada hal-hal yang hanya bisa dipahami dengan rasa bukan dengan logika.

Berkaitan dengan poin pertama, selalu ajak bicara dirimu. Ketika target kita berhasil tercapai, ucapkan terima kasih pada diri sendiri yang telah berusaha. Ketika target kita meleset dari rencana, jangan sungkan-sungkan meminta maaf pada diri kita sendiri. Percaya atau tidak saya sering berkata yang hanya telinga saya sendiri yang mendengar, “Thank you myself for your hardwork today” atau “Forgive me myself that I still miss her, but I promise I will let this feeling flow.”

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

7 thoughts on “Sengkuni 1: Ratu Sinis a.k.a Miss Nyinyir | @31HariMenulis”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s