Kekasih, Aku Lelah!


Kekasih, aku lelah,
seribu kali aku sadar
tiada pantas aku berharap
memasuki kemahmu yang megah

Kekasih, aku lelah
dunia ini makin tak ramah
bukan di sini aku ingin membangun rumah
aku terasing di bumi yang makin gerah

Bagaimana jika temanku bukanlah mereka yang menemaniku
Bagaimana jika guruku bukanlah mereka yang mengajariku
Bagaimana jika pasanganku bukanlah dia yang mencintaiku
Bagaimana jika keluargaku bukanlah keluargaku
Bagaimana jika aku bukanlah aku

Kekasih
sungguh berat menanggung rindu padamu
aku tak ingat lagi bagaimana wajahmu
aku pun tak yakin kita pernah bertemu
tapi hati ini telanjur rindu
bukankah kau yang mengajariku dulu?!

Kekasih
ajari aku merasakan kehadiranmu
di udara, di laut, di gunung, di daun,
di gurun, di hutan, di mana saja
ajariku caramu mencintaiku
agar aku bisa mencintai semua
sebagaimana kau selalu minta

Atau cukupkan kesedihanku dengan perjumpaan jiwa
Antara Pecinta dan Yang Dicinta
abadan abada

*Tulisan ini adalah bentuk melunasi utang rasa pada habib Munzir Al-Musawwa yang wafat hari Ahad, 15 Sept 2013. Selamat pulang Bib, titip salam buat kanjeng Nabi, sekalian bilang kalo saya juga capek dan minta dipukpuk. :’)

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s