Dia yang Namanya Tabu untuk Diceritakan


Aku baru sekali ini bertemu dengannya, mungkin pernah bertemu sebelumnya tapi hanya selintas lalu saja. Aku memenuhi undangan pesta sederhana dari teman. Dia juga memenuhi ajakan temannya yang adalah temanku juga.

Dia tampak jenaka dan tahu betul cara menghidupkan suasana, apalagi pesta.
Kalimat-kalimatnya tak terduga. Mengundang tawa sepanjang pesta. Ada saja ulahnya yang menyelamatkan kami dari mati gaya.

Seusai pesta, kami duduk duduk santai bertukar sapa.
“Salam kenal,” ujarku sambil mengulurkan tangan padanya.
“Oh, aku sudah tahu kamu sejak lama,” jawabnya tak kuduga. “Sekitar tahun 2007,” lanjutnya.
“Ah masa?!” Hanya itu reaksiku untuk menutupi keterkejutanku. 
“Dulu kamu kemana-mana naik sepeda, menyukai suasana alam, dan suka nulis.”

Meski tak sepenuhnya benar tapi jelas dia tidak sedang menebak siapa aku.
“Kok bisa tahu? 2007 itu kan lama banget. Bahkan aku belum kenal dekat dengan teman-teman ini yang juga jadi temanmu.”
Sambil berjalan ke parkiran ia menjawab untuk yang terakhir kalinya, “Pokoknya aku tahu kamu sejak lama. Soal aku tahu dari mana, itu rahasia.”

Beberapa hari berikutnya barulah aku tahu secara tak sengaja. Dialah sosok yang namanya tabu untuk disebutkan dalam cerita bertahun-tahun penuh air mata. Entah lara, mungkin bahagia.

Ah, skenario apalagi yang sedang disusun sang sutradara semesta?!

Jogja 281914

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s