Hari Raya Cinta (II)


Tuhan, Hajarkan hamba
agar rela menjalani kehidupan yang sepi
di gurun tandus tak berpenghuni
menanti janji datangnya Cinta

Kekasih, Ibrahimkan hamba
Ajari aku membaca pertanda
dan keberanian mengikutinya
karena pada Sih-Mu, aku percaya

Duhai penghulu Cinta, Ismailkan hamba
Tanpa ragu bersyahadat cinta
Tiada tuhan selain Cinta
Darah dan nyawaku jadi saksinya

Wahai oh wahai…
mungkin engkau memerlukan tubuhku untuk menjadi bumi Cintamu
mungkin engkau menginginkan darahku untuk mengaliri haus Rindumu
mungkin engkau membiarkanku dalam gelap untuk menyaksikan Cahayamu
mungkin engkau mau tiadaku untuk menegaskan ada-mu
Ambillah… Ambillah sesukamu

‘Kan kusembelih binatang dalam diriku agar terlahir khalifahmu
‘Kan kurontokkan segala yang palsu agar tumbuh Sejatimu
Bila dengan itu semua kau tetap tak mau menatapku
Dengan cara apa lagi aku bisa mendekatimu

Kota Sejuta Romansa, 24 Sept 2015 M/10 Dzulhijjah 1436 H

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s