Ada yang Hilang di Stasiun Kereta*


Pukul dua puluh empat kurang tiga per empat
Kumasuki stasiun kereta
Dengan langkah setengah mengambang

Tiang-tiang besi tinggi menjulang
Hawa dingin menyembur dari AC di pojok ruang

Stasiun kereta api ini terasa dingin dan lengang
Bukan karena menjelang tengah malam
Bukan pula sebab sedikitnya penumpang
Tak ada hawa gerah dari tubuh berpeluh butuh
Tak ada riuh rendah suara penjaja bakpia

Sebenarnya malam ini ada banyak orang
mereka duduk di kursi besi berderet memanjang
Tanpa sedetikpun beradu pandang
Wajah mereka khusyuk menunduk
Seperti sekumpulan orang hilang

Ada yang hilang di stasiun kereta
Tak lagi kulihat lambaian tangan ibu
Melepas kepergian anaknya
Mengadu nasib di perantauan
Tak ada cumbu rayu kekasih antarkota
Bekal rindu menunggu pertemuan berikutnya
Tak ada lagi tangis pilu
Mengiringi gerbong terakhir berlalu
Penutup kisah yang terlalu

Ada yang hilang di stasiun kereta
Yaitu, kemanusiaan kita.

Kota Sejuta Romansa, 25 Maret 2016

*ide cerita dari Kak Hars

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s