Hidup Adalah Menanam


الدني مزراءة الاخرة

(Kehidupan) Dunia adalah ladang (kehidupan) akhirat. Begitu kata para ustadz.
Kita semua adalah petani/penanam. Tugas kita menanam, menanam, dan menanam. Tiap kata dan tindakan kita adalah tanaman masa depan.
Ada yang menanam sebagai bentuk perlawanan. Ada yang menanam karena kesenangan. Semuanya sah. Karena salah satu misi kehidupan di dunia adalah MENANAM.
Selain itu, menanam juga akan mengajari kita tentang cinta kasih dan kelembutan jiwa. Menanam mengajak kita merasakan kehidupan.
Bagaimana hati kita menjadi berharap dan bersemangat ketika melihat daun pertama bersemi.
Bagaimana kita belajar tanggung jawab dan selalu ingin pulang karena ada tanaman yg hidupnya tergantung pada siraman cinta kita.
Juga bagaimana kita belajar mendengar yg tak terucap, memahami kebutuhan tanaman yg tak bisa bicara. Kita berkomunikasi dg rasa, bahasa jiwa.
Leluhur kita adalah petani sejati yg sangat paham filosofi menanam. Mereka terus menanam meski tak pasti kapan akan panen.
Ratusan tahun pendahulu kita rela menanam darah dan tubuhnya untuk kemerdekaan Indonesia. Meski bukan mereka yg menikmatinya.
Bisa jadi kemudahan-kemudahan hidup yang kita alami sekarang adalah buah dari tanaman kebaikan orang tua, simbah, dan pendahulu kita.
Lalu tanaman apa yg akan kita wariskan pada anak turun kita?!

Penulis: maulinniam

Burung kecil terbang dalam kawanan, burung besar terbang sendirian. Aku hanya burung kecil yang belajar terbang sendirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s